Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Waspadai Ancaman Serangan Jantung Diam-Diam dan Pahami Gejala-Gejalanya

Kamis 27 Feb 2020 09:02 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

.

.

Serangan jantung bisa menghampiri ke mereka yang bahkan menjalani gaya hidup sehat. Pahami gejala dan cara penanganannya dan cara menghindarinya:

Kepergian Artis tampan sekaligus suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair sontak membuat dunia hiburan Indonesia kaget. Dikabarkan Ashraf meninggal karena serangan jantung. Aktor 40 tahun ini meninggal sekitar pukul 04.51 WIB di kediamannya.

Dikenal menjalankan gaya hidup sehat, rajin berolahraga dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung tentu saja meninggalnya Ashraf yang diakibatkan serangan jantung menimbulkan kecemasan tersendiri yang menyimpulkan bahwa orang-orang yang sehat dan hobi berolahraga pun tidak luput dari ancaman serangan jantung.

Serangan jantung terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Penyebab utama kondisi ini adalah penyakit jantung koroner, yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang memasok darah ke jantung (pembuluh darah koroner), akibat timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah.

 

Tanda-Tanda Awal Serangan Jantung

tanda-tanda awal serangan jantung

Termasuk sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia, menurut data WHO, sebanyak 17,1 juta orang per tahunnya meninggal akibat serangan jantung di dunia. Data kesehatan Western Conneticut Health Network juga mengatakan bahwa penyakit jantung termasuk serangan jantung juga bisa menyerang anak muda.

Jadi jangan karena merasa usia Anda masih di bawah 30 tahun Anda bisa terhindar dari serangan jantung. Menjaga lebih baik dari pada mengobati, jika merasa mengalami salah satu tanda-tandanya segeralah memeriksakan diri Anda berikut beberapa tanda-tanda awal dari serangan jantung:

 1. Detak Jantung Tidak Beraturan

Detak jantung tidak teratur yang berlangsung selama 1 – 2 menit merupakan indikasi serangan jantung.

Jika Anda, terutama wanita merasa terjadinya gangguan irama jantung yang disertai rasa cemas yang berlebihan juga pusing dan kelelahan. Segeralah kunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.

2. Keringat Berlebihan

Tanda paling umum dari orang yang mengidap penyakit jantung memiliki kondisi berkeringat yang lebih banyak daripada orang normal pada umumnya baik di siang hari dan malam hari.

Jika Anda merasa sering berkeringat secara berlebihan padahal sedang tidak berada di ruangan yang bersuhu panas dan tidak melakukan banyak gerakan, mungkin saja kondisi jantung Anda sedang tidak baik. Segera periksakan diri Anda!

3. Sakit Perut

Sekitar 50% pada kasus serangan jantung, rata-rata penderita mengalami nyeri perut. Penderita akan mengalami mual baik saat lapar ataupun tidak. Penderita juga mengalami kondisi dimana perut terasa kembung selama berminggu-minggu dengan frekuensi hari yang tidak teratur polanya.

4. Sering dan Cepat Merasa Kelelahan

Kondisi ini biasanya lebih banyak menyerang wanita. Anda akan merasakan kelelahan yang luar biasa walaupun hanya melakukan aktivitas kecil. Kelelahan yang dirasakan pun bisa masuk kedalam level ekstrem. Kondisi ini akan paling sering terjadi pada pagi hari.

5. Mengalami Masalah Pernapasan

Kondisi yang disebut dyspnea dimana ketika orang berjuang menarik napas sedalam-dalamnya untuk mendapatkan cukup udaha ke paru-paru. Menurut MyLondon, dyspnea akan muncul 6 bulan sebelum serangan jantung datang.

6. Sulit Tidur

Kondisi yang bisa juga disebut insomnia ini banyak dialami orang-orang yang akan mengalami serangan jantung. Selain masalah tidur, penderita juga akan merasakan kecemasan, kelelahan dan sulit berkonsentrasi.

Insomnia yang berhubungan dengan jantung mungkin melibatkan kesulitan memulai tidur, sulit tidur nyenyak, dan bangun pagi.

7. Rambut Rontok

Rambut rontok tidak hanya salah satu efek dari penuaan tapi juga bisa menjadi sebagai ciri-ciri daya kesehatan yang menurun atau mengidap penyakit serius yang salah satunya adalah serangan jantung.

8. Nyeri pada Bagian Dada

Mungkin memang sulit untuk mengidentifikasi nyeri dada sebagai gejala serangan jantung, karena hanya pasien yang dapat mengidentifikasi daerah yang terasa nyeri. Tapi jika kamu mengalami nyeri dada sekaligus rasa sakit dibeberapa bagian tubuh seperti lengan kiri, rahang bawah, leher, bahu atau perut. Hal ini bisa dijadikan ciri-ciri serangan jantung.

Baca juga:  Kenali Evali, Penyakit Infeksi Paru-Paru Akibat Vape

Penyebab Serangan Jantung dan Tindak Pencegahannya

gejala serangan jantng

Pada umumnya penyebab serangan jantung memiliki banyak kesamaan dengan penyakit jantung lainnya. Berikut faktor-faktor utama penyebab serangan jantung:

1. Riwayat Keluarga

Jika Anda memiliki saudara atau keluarga yang pernah meninggal akibat serangan jantung. Waspadalah. Terutama jika anggota keluarga yang meninggal tersebut masih berusia dibawah 50 tahun. Anda bisa saja memiliki risiko seperti layaknya penyakit turunan.

2. Mengonsumsi Alkohol dan Obat-Obatan

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tekanan darah. Selain itu, penyalah gunaan obat-obatan juga bisa berdampak hal yang sama. Mengonsumsi kedua hal tersebut secara berlebihan bisa mengakibatkan kematian serangan jantung mendadak.

3. Makan Berlebihan

Makan secara berlebihan atau dalam porsi besar juga secara cepat bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung yang bisa memicu serangan jantung.

4. Aktifitas Fisik Berlebihan

Memiliki hobi olahraga yang ekstrim sih boleh-boleh saja. Tapi semuanya memiliki tahap dan proses yang harus dijalani. Jika Anda melangkahi proses tersebut dan memaksakan diri Anda dengan melakukan sebuah aktifitas olahraga secara berlebihan, ritme detak jantung bisa tidak teratur dan bisa memicu serangan jantung mendadak.

5. Stress Tinggi

Stress bisa menyebabkan kelelahan dan kecemasan yang tinggi. Meningkatkan detak jantung yang tinggi dan tidak teratur akibat amarah yang naik tiba-tiba karena kegelisahan yang tinggi bisa meningkatkan tekanan dara dan menyempitnya pembuluh darah. Kondisi ini bisa mengakibatkan risiko pembekuan darah.

6. Merokok

Orang yang sering merokok atau terpapar asap rokok berisiko lebih besar mengidap penyakit jantung. Alasannya karena merokok bisa merusak lapisan arteri, menebalkan dinding arteri, serta menyebabkan penumpukkan lemak dan plak yang menghambat aliran darah di sepanjang arteri.

Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi terhambat dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Setiap orang baik yang masih berusia muda, wanita atau pria, bergaya hidup sehat atau tidak memiliki ancaman serangan jantung. Sebagai tindakan pencegahannya, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh dan serat
  • Menghilangkan lemak yang menumpuk di perut dan bagian tubuh lainnya
  • Mengobati diabetes dan hipertensi
  • Berolahraga secara teratur
  • Berhenti merokok
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan baik

Baca Juga:  Fakta Penting Virus Corona, Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Penerapan Gaya Hidup Sehat Mengurangi Risiko Serangan Jantung

Menerapkan gaya hidup sehat memang tidak bisa sepenuhnya membuat Anda terhindar dari serangan jantung. Tapi bagaimanapun secara logika, orang yang menjalankan gaya hidup sehat tetap saja memiliki skor risiko lebih rendah daripada yang tidak. Ini karena kebiasaan makanan sehat yang baik untuk jantung dan kebiasaan berolahraga yang bisa membuat tubuh terhindar dari obesitas dan membuat kondisi jantung lebih stabil.

Baca Juga: Perokok Pasif Lebih Berbahaya, ini Dampaknya Bagi Kesehatan!

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA