Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Tiga Jenis Penyakit yang Mengancam Pascabanjir

Selasa 25 Feb 2020 16:32 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah anak bermain dengan melompat untuk berenang ke dalam kali Item di Jalan Sunter Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/2). Pascabanjir sejumlah penyakit mengintai tubuh.

Sejumlah anak bermain dengan melompat untuk berenang ke dalam kali Item di Jalan Sunter Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/2). Pascabanjir sejumlah penyakit mengintai tubuh.

Foto: darmawan / republika
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan penyakit pascabanjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan ekstrem dalam minggu terakhir telah membuat terjadi hujan besar sehingga terjadi bencana banjir di daerah Jakarta, Bekasi, Tanggerang Dan sekitarnya. Beberapa tempat di Jakarta bahkan telah terjadi banjir sampai setinggi 1,5 meter.

"Jelas kondisi lingkungan yang demikian akan mencetuskan munculnya berbagai penyakit, antara lain penyakit pascabanjir," ujar akademisi dan praktisi klinis, Prof Dr Ari Fahrial Syam, kepada Republika.co.id, Selasa (25/2).

Penyakit pascabanjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan. Secara umum peningkatan kasus penyakit ini didasarkan pada penyebaran tiga kelompok panyakit tersebut yaitu penyebaran melalui makanan dan minuman, penyebaran melalui nyamuk dan penyebaran melalui tikus.

Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mudah terkena penyakit pascabanjir. Coba saja diidentifikasi pada lingkungan terutama yang masih mempunyai anak-anak berapa kali mereka mengalami gangguan kesehatan dalam musim penghujan dan banjir saat ini.

Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh jenis kelompok penyakit tersebut antara lain:

Penyakit yang ditularkan makanan dan minuman penyebaran secara fecal oral
Penyakit jenis ini di antaranya infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta beberapa tahun yang lalu,

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (penyakit disebarkan melalui vektor penyakit)
Penyakit ini adalah penyakit yang dibawa oleh vektor penyakit. Misalnya Dengue Hemorrhagic Fever(DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit yang ditularkan melalui tikus
Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pasca banjir. Salah satu jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencana banjir adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir.

Apabila mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita. Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit.

BAK berubah seperti air teh. Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus. Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA