Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Jalan 10 Ribu Langkah Sehari Bukan Cara Turunkan Berat Badan

Selasa 25 Feb 2020 15:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Jalan Kaki (Ilustrasi)

Jalan Kaki (Ilustrasi)

Foto: Pexels
Berjalan kaki saja tidak cukup, tetapi harus ada bentuk olahraga lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teori bahwa berjalan 10 ribu langkah sehari merupakan kunci kesehatan dan penurunan berat badan cukup populer beberapa tahun terakhir. Studi terbaru menyanggahnya dengan menjelaskan kebiasaan itu tidak benar-benar mencegah kenaikan bobot tubuh.

Berjalan ribuan langkah juga tidak efektif menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Peneliti dari Departemen Ilmu Pengetahuan Latihan dan Departemen Ilmu Gizi, Diet, dan Makanan Universitas Brigham Young melakukan penelitian pada 120 mahasiswa.

Mahasiswa yang seluruhnya perempuan itu berpartisipasi selama enam bulan pertama perkuliahan di universitas yang sama. Para peserta berjalan 10 ribu, 12.500, atau 15 ribu langkah sehari, selama enam hari sepekan, sepanjang 24 pekan.

Selain menghitung langkah mereka, para peneliti juga melacak asupan kalori dan berat badan peserta studi. Menurut temuan yang telah diterbitkan di Journal of Obesity itu, ribuan langkah tidak mencegah peserta mengalami kenaikan berat badan.

Sebaliknya, pada akhir periode, mahasiswa justru mengalami kenaikan berat badan rata-rata sebanyak 3,5 pon atau 1,58 kilogram. Dari hasil tersebut, tim periset menyimpulkan bahwa hanya berjalan kaki saja tidak cukup, tetapi harus ada bentuk olahraga lain.

Meski begitu, berjalan 10 ribu langkah atau lebih dalam sehari memberikan dampak positif pada pola aktivitas fisik secara keseluruhan. Kebiasaan itu disebut memiliki manfaat emosional dan kesehatan, yang memerlukan studi spesifik lebih lanjut.

"Ini mungkin bermanfaat dalam meningkatkan aktivitas fisik, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa itu tidak akan bermanfaat dalam mempertahankan berat badan atau mencegah penambahannya," ujar penulis studi, Bruce Bailey, dikutip dari laman Independent.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA