Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Starbucks Usung Konsep Berbeda Lewat Community Store

Jumat 21 Feb 2020 05:02 WIB

Red: Bayu Hermawan

Director PT Sari Coffe Indonesia (Starbucks) Anthony Cottan saat diWawancarai Republika, Jakarta, Kamis (20/2).

Director PT Sari Coffe Indonesia (Starbucks) Anthony Cottan saat diWawancarai Republika, Jakarta, Kamis (20/2).

Foto: Republika/Prayogi
Starbucks membuka community store pertama di Indonesia di Tanah Abang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Starbucks membuka gerai Community Store pertama di Indonesia. Bukan cuma pemilihan lokasi yang tak biasa, dibandingkan cabang-cabang lainnya, namun Starbucks juga mengusung konsep yang berbeda dari cabang barunya ini.

Melalui community store, Starbucks mengajak para penikmat kopi untuk lebih peduli terhadap kemanusiaan. Direktur PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Cottan mengatakan sejak awal Starbucks hadir di Indonesia, pihaknya telah memiliki rencana jangka panjang untuk memberikan dampak sosial positif di Indonesia.

"Dan saat ini kami mencoba mewujudkan melalui Starbucks Community Store, sebuah gerai yang berbeda dengan yang ada sebelumnya," ujarnya saat ditemui Republika.co.id di gerai yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Melalui community store, para penikmat kopi secara tidak langsung turut membantu anak-anak Indonesia, khususnya yang berada di kawasan Tanah Abang. Sebab, sebagian hasil keuntungan dari community store akan didonasikan untuk kepentingan pendidikan anak-anak.

"Kami mengandeng Yayasan Komunitas Sahabat Anak dan Indonesian Street Children Organization (ISCO) untuk menciptakan lebih banyak kesempatan dalam memperoleh edukasi bagi anak-anak di Tanah Abang yang merupakan juga generasi penerus bangsa ini," katanya.

Anthony melanjutkan, Indonesia merupakan negara ketiga di Asia yang mempunyai community store setelah Korea Selatan dan Thailand. Dan khusus di Indonesia, Starbucks ingin memfokuskan dalam membantu pendidikan anak-anak.

Sementara terkait alasan mengapa kawasan Tanah Abang yang dipilih sebagai lokasi pertama community store di Indonesia, Anthony menyebut hal itu tak lepas dari sejarah panjang Tanah Abang, sebagai pusat perekonomian sejak dulu kala. Ia menjelaskan, pembukaan gerai di Tanah Abang juga mencontoh apa yang dilakukan oleh Starbucks saat membuka community store pertama di Amerika Serikat, kurang lebih 10 tahun yang lalu.

"Saat itu Starbucks dan mantan pebasket Magic Johnson membuka gerai di kawasan Bronx, New York. Tujuan membuka gerai itu adalah meski berada di daerah yang dianggap tidak elit, namun semua orang bisa mendapatkan kopi dan mempunyai tempat untuk berkumpul," katanya.

Hal lain yang membedakan community store dengan gerai Starbucks lainnya adalah, di tempat ini hampir seluruh barista berasal dari sekitar Tanah Abang. Di sini juga menjual menu unik yang tidak ada di cabang lainnya, seperti Betawi Latte yang terinspirasi dari minuman khas Betawi yakni bir pletok. Serta Gambang Cake, Selendang Mayang Pudding dan Sarang Semut Cheesecake. Bukan itu saja, gerai Starbucks yang terletak di Jalan Fachrudin Nomor 36, Tanah Abang ini juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari bimbingan belajar, pertunjukan kesenian, hingga agenda di Bulan Ramadhan.

"Kami ingin terus dapat berkontribusi untuk memajukan sektor publik dan meningkatkan inisiatif pembangunan, sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia. Kami ingin memberikan kontribusi dan dampak sosial yang positif bagi masyarakat, Starbucks tidak ingin ada anggapan datang ke Indonesia hanya menjual kopi saja," ujar lagi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA