Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Tujuh 'Surga' Bagi Pencinta Kopi

Jumat 21 Feb 2020 05:01 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Menyeruput kopi tampaknya telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang saat ini (Foto: ilustrasi kopi)

Menyeruput kopi tampaknya telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang saat ini (Foto: ilustrasi kopi)

Foto: Needpix
Setidaknya ada tujuh negara di dunia yang menjadi 'surga' bagi pecinta kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyeruput kopi tampaknya telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang saat ini. Popularitas kopi yang kian besar membuat kedai-kedai kopi bermunculan dan menawarkan sajian kopi khasnya masing-masing. Tapi, tahukah Anda di mana sajian kopi terbaik bisa ditemukan?

Setidaknya ada tujuh negara di dunia yang dapat menjadi surga bagi pencinta kopi. Ketujuh negara ini memiliki sajian kopi yang menarik dan mungkin jarang ditemui di negara lain. Berikut ini adalah ketujuh negara tersebut seperti dilansir Lonely Planet, Jumat (21/2).

Baca Juga

Turki
Kedai kopi telah lama menjadi bagian dari budaya Turki. Warga Turki kerap menyeruput kopi di kahvehane atau cay bahcesi sambil berbincang serta memainkan papan backgammon.

Kopi khas Turki atau Turk kahve memiliki warna yang hitam pekat seperti aspal. Satu sajian cangkir kopi Turki biasanya akan habis diminum dalam beberapa kali teguk.

 

Jepang
Popularitas kopi kian menjanjak seiring dengan kemunculan kissaten di Jepang pada awal abad ke-20. Kissaten pada dasarnya merupakan kedai untuk meminum teh yang juga menjadi kedai kopi.

Kissaten memiliki dekorasi interior yang memanjakan pengunjung dengan nuansa penuh seni atau nuansa abad pertengahan. Di Kissaten, kopi tidak disajikan bercangkir-cangkir dalam satu waktu, tetapi hanya disajikan satu cangkir dalam satu waktu.

photo
Penyajian kopi di Turki (source: Wikimedia)

Italia
Italia sangat menyukai kopi sehingga tak heran bila banyak orang mengira bahwa Italia yang menemukan minuman tersebut. Faktanya, Italia bukanlah negara penemu sajian kopi.

Di wilayah Marche, ada caffe anisette yang merupakan sajian kopi espresso dengan cita rasa bunga lawang. Sedangkan Sicily memiliki caffe d'u parrinu yang merupakan sajian kopi yang cita rasanya diperkaya dengan cengkeh, kayu manis dan bubuk kakao.

Pada 1906, Italia akhirnya memperkenalkan espresso yang menjadi ciri khasnya. Teknologi mesin espresso juga memainkan peran besar terhadap budaya kopi di Italia.

Ethiopia
Sebagian orang mungkin belum mengetahui, akan tetapi Ethiopia merupakan negara kelahiran sajian minuman kopi. Sosok herder bernama Kaldi diyakini sebagai orang yang menemukan sajian kopi untuk pertama kalinya pada abad ke-9.

Terlepas dari kebenaran kisah tersebut, Ethiopia memang merupakan negara asal dari tanaman kopi arabika. Dari negara inilah tanaman kopi arabika mulai "menjajah" dunia.

Saat ini warga Ethiopia menjadi salah satu peminum kopi yang aktif di dunia. Salah satu sajian kopi yang disajikan hampir semua kedai kopi di Ethiopia adalah macchiato.

photo
Penyajian kopi yang unik di Ethiopia (source: Wikimedia)

Swedia
Swedia meminum kopi lebih banyak dibandingkan negara-negara lain. Coffee break telah menjadi bagian wajib dari keseharian orang-orang Swedia. Momen untuk menyeruput kopi ini dikenal sebagai fika, yang artinya adalah momen nyaman yang dihabiskan bersama teman.

Kopi juga sempat menjadi sajian minuman yang disukai oleh aristokrat elit dan kaffeehus atau kedai kopi sempat menjamur di jalanan-jalanan Stockholm, Gothenburg dan Malmo. Saat ini, Swedia juga memiliki kedai kopi Scandinavian yang populer dengan teknik pembuatan kopi unik.

Selandia Baru
Pada 1980-an, biji-biji kopi mulai ditanamkan di Selandia Baru. Di masa itulah istilah flat white mulai muncul dan digunakan orang-orang setempat. Flat white merupakan istilah untuk espresso yang disajikan dalam cangkir kecil dan ditambahkan dengan susu yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dahulu.

Pada awal 1990-an, pembuat kopi mulai menambahkan roastery dan menjadi pemasok biji kopi. Pembuat kopi pada saat itu juga mulai mengadakan pelatihan untuk membuat espresso dan melakukan "stretch" susu yang sempurna untuk membuat sajian flat white dengan konsistensi tak bercela.

Kosta Rika
Bicara mengenai kopi, Kosta Rika memiliki alat pembuat kopi yang khas bernama chorreador. Alat pembuat kopi ini merupakan pendahulu dari teknik pour over kopi yang ada saat ini. Sajian kopi khas dari Kosta Rika adalah Cafe chorreado yang dibuat dengan alat chorreador.

Chorreador sudah digunakan di Kosta Rika sejak 1830-an. Di saat itu, ada aturan yang mewajibkan tiap keluarga untuk emnanam setidaknya dua tanaman kopi di tanah milik mereka. Saat itu, kopi menjadi barang nomor satu yang diekspor oleh Kosta Rika.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA