Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Atasi Insomnia dengan Beres-Beres Rumah Ala Marie Kondo

Kamis 20 Feb 2020 01:52 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ruang keluarga. Beberes rumah ala Marie Kondo disebut dapat membantu mengatasi insomnia.

Ruang keluarga. Beberes rumah ala Marie Kondo disebut dapat membantu mengatasi insomnia.

Foto: dok IKEA
Beberes rumah ala Marie Kondo disebut dapat membantu mengatasi insomnia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi rumah yang berantakan bisa membawa beragam dampak merugikan bagi penghuninya. Beberapa masalah yang mungkin terjadi akibat kondisi rumah yang berantakan adalah insomnia dan gangguan kecemasan.

Dalam sebuah studi terbaru, diketahui sebanyak sepertiga dari 2.000 partisipan kesulitan untuk berbaring dan tidur di malam hari. Yang membuat mereka sulit untuk tidur adalah pikiran-pikiran mengenai pekerjaan rumah yang menumpuk dan harus mereka lakukan.

Selain itu, sekitar 64 persen dari partisipan juga tak bisa beristirahat di malam hari sebagaimana mestinya. Mereka baru bisa beristirahat setelah membereskan rumah sehabis makan malam.

Tak hanya itu, tiga dari 10 partisipan juga mengaku sering terlambat makan malam. Keterlambatan ini terjadi karena mereka harus membereskan semua pekerjaan rumah dulu sebelum mulai memasak makan malam.

"Mengetahui bahwa ada piring-piring yang harus dibersihkan, debu yang menumpuk di atas televisi, atau kasur berantakan yang harus dirapikan, dapat memengaruhi kadar stres kita dan kebahagiaan kita secara umum," ungkap Dr Dawn Harper, seperti dilansir The Sun.

Studi juga menyoroti ada beberapa ruangan di rumah yang paling sering memicu terjadinya gangguan kecemasan karena berantakan. Ruangan tersebut adalah dapur dan ruang keluarga.

Sekitar empat dari 10 orang mengaku tidak merasa nyaman bila melihat sepatu tergeletak di lantai. Seperempat partisipan juga merasa jengah dengan baju yang menggantung tak beraturan di gantungan baju atau tersimpan secara berantakan di dalam lemari.

Pada intinya, sepertiga dari partisipan merasa kotor ketika rumah mereka tidak dalam kondisi rapi. Selain itu, sebanyak 18 persen dari partisipan merasa klaustrofobia di rumah mereka sendiri ketika kondisi rumah berantakan.

Kabar baiknya, saat ini cukup banyak pengimpak yang memanfaatkan media sosial secara positif dan mempromosikan hidup rapi melalui berbenah rumah. Beberapa pengimpak yang banyak dikenal adalah Marie Kondo dan Mrs Hinch. Keduanya kerap berbagi tips mengenai cara membersihkan dan merapikan rumah secara praktis.

"Solusi penyimpanan praktis menjadi tren besar tahun ini dan penjualannya sangat dipengaruhi oleh pengimpak, seperti Mrs Hinch," ungkap Direktur Desain Dunelm Debbie Drake.

Trik yang diajarkan Marie Kondo dan Mrs Hinch merupakan cara-cara sederhana yang bisa menjaga rumah tetap rapi. Dengan kondisi rumah yang rapi, para penghuninya bisa merasa lebih relaks dan senang.

Baik Kondo maupun Hinch kerap memanfaatkan kotak-kotak penyimpanan untuk membuat tampilan rumah menjadi lebih tertata. Kotak-kotak penyimpanan ini dinilai dapat mengurangi kondisi berantakan yang memicu stres karena berbagai barang dapat disimpan dengan rapi sesuai kategorinya. Tentu, upaya ini juga perlu diiringi dengan membuang benda-benda yang sudah tidak terpakai.

"Beli kotak penyimpanan dan ikuti dengan membuang benda-benda tak terpakai, jangan hanya membeli kotak penyimpanan untuk memasukkan semua benda yang ada," pungkas home detoxer Charlotte Reddington dari Style Sisters.

Rumah yang rapi dapat membuat penghuninya merasa lebih memegang kendali. Bila seseorang bisa menjaga rumahnya dengan rapi maka ia bisa menjaga kehidupannya berjalan denagn baik.

NHS Inggris juga menungkapkan ada tujuh cara yang bisa dilakukan untuk meringankan keluhan insomnia di malam hari. Salah satunya adalah tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

Baca Juga

Kedua adalah bersantai dan relaksasi diri sebelum jam tidur malam. Ini bisa dilakukan dengan berendam air hangat atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Ketiga adalah memasang tirai atau menggunakan masker penutup mata dan sumbat telinga (ear plug) agar terhindar dari beragam gangguan saat tidur. Keempat adalah menghindari kafein, nikotin, alkohol, makan berat, dan olahraga beberapa jam sebelum jam tidur.

Kelima adalah tidak menonton televisi atau menggunakan ponsel dan gawai lain sesaat sebelum tidur. Keenam adalah menghindari tidur siang.

Ketujuh adalah menuliskan semua kekhawatiran dan berbagai ide untuk mengatasi kekhawatiran tersebut sebelum tidur. Cara ini dapat membuat seseorang melupakan kekhawatiran yang membuatnya sulit tidur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA