Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Mitos Penyakit Jantung Hanya Menyerang Manula

Rabu 19 Feb 2020 17:48 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Ilustrasi Serangan Jantung

Ilustrasi Serangan Jantung

Foto: Foto : MgRol112
Penyakit jantung bisa menyerang siapapun termasuk mereka yang bugar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita meninggalnya suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, masih mengagetkan publik. Rasanya sulit dipercaya Ashraf yang bugar dan tampak sehat itu meninggal mendadak dengan dugaan akibat penyakit jantung.

Konsultan Kardiologi Intervensi Rumah Sakit Awal Bros, dr Dasdo Antonius Sinaga, SpJP(K), FIHA, mengungkapkan ada banyak asumsi yang beredar di masyarakat. Salah satunya mengenai banyaknya anggapan bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada manula (orang lanjut usia di atas 65 tahun), atau hanya pada orang- orang yang mengonsumsi makanan berminyak.

Penyakit jantung itu ternyata bisa menyerang siapa saja, berapapun umurnya, bahkan pada orang yang sudah menjaga pola konsumsi makanan, termasuk vegetarian. Dulu, 20 hingga 30 tahun lalu penyebab kematian utama di dunia adalah penyakit infeksi, namun saat ini penyakit jantung dan pembuluh darah sudah menjadi penyebab kematian teratas di dunia, bahkan melebihi daripada kanker yang sangat ditakuti oleh masyarakat.

Pengetahuan yang baik sangat diperlukan agar bisa membedakan antara fakta dan mitos yang sering didengar. Di antaranya adalah, 'usia saya terlalu muda untuk terkena penyakit jantung.'

Penyakit jantung terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah jantung yang dikenal sebagai pembuluh arteri koroner. Pembuluh atau urat koroner bisa mengalami penyempitan akibat adanya kerak atau plak lemak yang menempel pada dindingnya.
Wajib diketahui bahwa plak ini sudah terbentuk sejak di usia dini (anak-anak atau remaja), dan di usia yang lebih tua, arteri koroner akan mengalami penyumbatan (istilah lain untuk penyempitan yang sudah parah).

"Saat ini, serangan jantung diketahui terjadi pada usia yang lebih muda. Tak jarang di umur 30 sampai 40 tahun, bahkan di usia 20-an tahun, terutama jika mengidap penyakit diabetes (penyakit gula) atau memiliki kebiasaan merokok" jelasnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (19/2).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA