Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

STB Promosikan Singapura Ramah Muslim

Selasa 18 Feb 2020 21:04 WIB

Rep: santi sopia/ Red: Hiru Muhammad

Salah satu restoran di Singapura, mencatumkan dengan jelas makanan yang mereka jual adalah makanan halal.

Salah satu restoran di Singapura, mencatumkan dengan jelas makanan yang mereka jual adalah makanan halal.

Foto: Andi Nur Aminah/Republika
Di negeri singa putih ini sebenarnya tidak sedikit warga negaranya yang Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap wisatawan tentunya memiliki keinginan yang yang beragam. Bagi traveler Muslim, tentunya mencari halal tourism atau daerah ramah Muslim menjadi prioritas.

Hal itu diakui Mohamed Firhan, Area Director Singapore Tourism Board (STB), Selasa (18/2) Indonesia yang menilai  halal tourism memang semakin banyak dicari. Negara Singapura sebenarnya ramah Muslim, mengingat ada 12 persen Muslim di negeri jiran tersebut. Dari segi fasilitas atau tempat makan halal tentunya tersedia.

"Hanya belum promosi lebih aktif, tren halal tourism di mana-mana, STB berupaya mempromosikan ini dan menggandeng bebeapa partnership dengan platform yang banyak dikunjungi atai diikuti Muslim Indonesia, dan kita menyajikan konten sesuai minat Muslim Traveler, soal di mana masjid, food court halal, misalnya," ujar Mohamed, Selasa (18/2).

Pada dasarnya, destinasi di negeri singa putih sebenarnya tidak sedikit warga negaranya yang Muslim. Sebagai contoh Bugis yang memiliki beberapa masjid di Kampong Glam dan jiga Cina Town yang justru ramah Muslim.

Kampong Glam yang berpusat di Arab Street dikenal sebagai Kawasan Muslim Singapura. Ruko dari abad ke-19 telah berubah menjadi toko yang menjual tekstil dan restoran kasual yang menyajikan makanan khas Malaysia yang pedas dan makanan dunia. 

Selain itu, mungkin banyak persepsi jika di Cina Town tidak ramah Muslim. Padahal, tersedia tempat halal, baik dari segi tempat ibadah maupun makanannya. Kalau food court tersedia gerai Muslim Melayu  Halal Food, Indian, cruise Japanesse, Korea Meksiko, Australia yang semuanya tersertifikasi halal.

STB melihat tren wisata halal sudah kian diminati. Semakin ramai dan banyak yang mencari tahu di internet tentang tur wisata halal. "Kalau soal jumlah karena kita nggak tanya Muslim atau bukan, seperti kalau Indonesia ya orang Indonesia nggak tanya Muslim atau nggak," tambahnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA