Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Depresi Bisa Picu Banyak Penyakit, Termasuk Jantung

Selasa 18 Feb 2020 16:50 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Indira Rezkisari

Wartawan duduk di dekat karangan bunga ucapan belasungkawa atas wafatnya aktor Ashraf Sinclair di rumah duka di kawasan Pejaten Barat, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Ashraf diduga meninggal akibat serangan jantung.

Wartawan duduk di dekat karangan bunga ucapan belasungkawa atas wafatnya aktor Ashraf Sinclair di rumah duka di kawasan Pejaten Barat, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Ashraf diduga meninggal akibat serangan jantung.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Kesehatan jantung sangat dipengaruhi beragam hal, termasuk kesehatan jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meninggalnya aktor Ashraf Sinclair yang diduga akibat penyakit jantung, membuat orang bertanya-tanya. Apalagi suami Bunga Citra Lestari itu dikenal dalam kondisi sehat dan bugar.

Jantung ternyata tidak hanya dipengaruhi masalah fisik. Penyakit mental juga memiliki efek ke kesehatan jantung.

Menurut psikiater Nova Riyanti Yusuf, depresi dan penyakit jantung merupakan gangguan kesehatan yang saling berkaitan. Keduanya memiliki hubungan dua arah yang saling mempengaruhi.

“Ya saling timbal balik, kalau kondisi kesehatan jiwa mempengaruhi kondisi fisik dan kondisi fisik juga mempengaruhi kondisi jiwa,” ujar Nova dalam sambungan telepon, Selasa (18/2).

Nova menjelaskan, menurutnya yang dapat menimbulkan gangguan jiwa adalah faktor biologis, psikologis, dan sosial. Faktor biologis ini terangnya, merupakan kondisi fisik atau gangguan mental yang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

“Jadi apakah gangguan mental di otaknya karena memakai narkoba jadi mempengaruhi otak, atau ada penyakit fisik berat, nah itu bisa mempengaruhi dia secara mental,” ujar Nova.

Termasuk gangguan metal orang depresi, malas mengurus diri sendiri dan tidak makan dengan teratur. Sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan orang tersebut.  

“Jadi saling mempengaruhi, banyak banget pasien depresi itu malnutrisi, dehidrasi karena tidak makan. Tidak ada intrik asupan dan lain sebagaimana,” terangnya.

Termasuk gaya hidup juga dapat membuat seseorang menjadi depresi. Gaya hidup  menurut Nova, merupakan faktor sosial yang dapat menimbukan gangguan jiwa.

Misalnya, ingin selalu memiliki pencitraan yang baik, kehidupan yang baik dan mapan, serta bentuk tubuh. Seperti olahraga diforsir padahal belum tentu baik untuk kesehatannya, memiliki barang-barang mewah tapi tidak tahu cara melunasinya.

“Jangan besar pasak daripada tiang harus seimbang,” kata Nova.

Kemudian yang ketiga, kata Nova, adalah faktor psikologis atau kepribadian. Menurut Nova, psikologis seseorang banyak dipengaruhi oleh pola asuh yang didapatkan dari orangtuanya. Misalnya cara seseorang dalam menghadapi setiap masalah.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA