Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

China: 80 Persen Kasus Corona Dikategorikan Ringan

Selasa 18 Feb 2020 15:13 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. China menyatakan, 80 persen kasus corona termasuk kategori ringan.

Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. China menyatakan, 80 persen kasus corona termasuk kategori ringan.

Foto: CDC via AP, File
China menyatakan, 80 persen kasus corona termasuk kategori ringan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Sebanyak 1.890 kasus virus corona tipe baru dilaporkan terjadi di wilayah China daratan pada Selasa (18/2). Selain itu, terdapat 99 kematian, yang membuat secara total ada 1.869 kematian sejak wabah terjadi di negara itu pada akhir Desember 2019.

Baca Juga

Sementara itu, 73.336 kasus positif corona telah terdeteksi di seluruh dunia. Meski demikian, China menyebut, 80 persen di antara kasus virus corona terbaru dikategorikan ringan. Sebanyak 12.921 orang disebut telah sembuh dari infeksi corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China memberikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) gambaran lebih jelas tentang wabah virus yang dinamakan secara resmi sebagai Covid-19 itu. Salah satunya adalah mengenai perkembangan dan tujuan lebih lanjut.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah penurunan kasus yang dilaporkan akan berlanjut. Masih ada skenario lainnya,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers.

Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, wilayah tengah China. Dalam dua bulan terakhir, penyebaran virus corona jenis baru terjadi dengan cepat di wilayah daratan Negeri Tirai Bambu serta ke puluhan negara lainnya.

Studi terbaru melaporkan bahwa 44.672 kasus dikonfirmasi di China pada 11 Februari lalu. Virus corona jenis baru menyebabkan gejala seperti pneumonia pada 14 persen orang-orang yang terinfeksi dan lima persen mengalami penyakit kritis. Kemudian, diketahui tingkat kematian dari kasus yang dikonfirmasi adalah  2,3 persen - 2,8 persen untuk pria dibandingkan 1,7 persen untuk perempuan.

Meski tingkat kematian dinilai lebih rendah dibandingkan SARS (sindrom pernapasan akut parah) dan MERS yang disebabkan virus corona, namun Covid-19 pada akhirnya bisa terbukti lebih mematikan dengan menyebar lebih banyak antarmanusia. Flu biasa memiliki tingkat ematian 0,1 persen, namun bisa membunuh ratusan ribu orang karena menginfeksi jutaan manusia setiap tahunnya.

Dalam kasus Covid-19, anak-anak relatif lebih sedikit terkena dan resiko kematian meningkat pada orang-orang lanjut usia. Risiko juga lebih tinggi di antara mereka yang memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti lebih dari 10 persen untuk orang-orang yang memiliki penyakit jantung. Kemudian, risiko lebih tinggi diantara orang-orang di Provinsi Hubei, dibandingkan wilayah lainnya di China.

Kasus virus corona jenis baru mengalami penurunan sejak 1 Februari lalu. Namun, jumlah bisa berubah ketika banyak orang yang kembali bekerja dan melakukan kegiatan belajar di sekolah pasca liburan Tahun Baru Imlek.

Pemerintah China telah berusaha mencegah hal itu dengan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dan memberlakukan pembatasan perjalanan ketat. Selain itu, bagi siapapun yang kembali dari luar wilayah dekat pusat epidemi virus corona diminta untuk mengarantina diri sendiri masing-masing selama 14 hari.

Ratusan kasus Covid-19 dikonfirmasi di luar China, salah satu yang paling banyak kedua adalah di Jepang. Jumlah kasus di Negeri Matahari Terbit itu meningkat dengan temuan virus di kapal pesiar Diamond Princess yang tiba di Yokohama, yang kemudian langsung dikarantina.

Pejabat kesehatan Jepang mengonfirmasikan ada 99 orang terinfeksi di Diamond Princess pada Senin (17/2). Dengan demikian, total yang positif corona di kapal pesiar itu adalah 454.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan telah melakukan tes kesehatan kepada 1.723 orang di kapal. Secara keseluruhan ada 3.700 penumpang dan awak dalam Diamond Princess.

Di luar China daratan, jumlah kasus Covid-19 terbesar ada di Diamons Princess. Jepang mencatat ada 518 kasus infeksi virus yang ditemukan di negara itu, namun 454 berasal dari kapal pesiar dan sejauh ini terjadi satu kematian.

Sejumlah negara bersiap mengevakuasi warganya dari Diamond Princess. Salah satunya Amerika Serkat (AS) yang membawa 328 penumpang yang merupakan warga negaranya.

Departemen Luar Negeri AS kemudian melaporkan 14 orang dinyatakan positif terinfeksi virus di antara orang-orang yang dievakuasi dari  Diamond Princess. Para pejabat di negara itu mengatakan para penumpang telah bersiap kembali ke Negeri Paman Sam dan akan menjalani karantina lanjutan di pangkalan militer di California dan Texas selama 14 hari.  Sementara, bagi mereka yang terinfeksi virus akan dibawa ke rumah sakit di Kalifornia dan Nebraska.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA