Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

China Minta Pasien Sembuh dari Corona Sumbangkan Plasmanya

Selasa 18 Feb 2020 06:02 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Reiny Dwinanda

Darah donor. China mengatakan plasma darah dari pasien yang sembuh bisa bantu menolong pasien corona yang sedang kritis.

Darah donor. China mengatakan plasma darah dari pasien yang sembuh bisa bantu menolong pasien corona yang sedang kritis.

Foto: CORBIS
China mengatakan plasma darah dari pasien yang sembuh bisa bantu pasien corona lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Otoritas Kesehatan China meminta para pasien virus corona tipe baru yang telah pulih untuk menyumbangkan plasma darahnya demi mengobati pasien lain. Penelitian membuktikan, suntikan plasma dari mereka yang telah pulih membawa kehidupan baru bagi pasien Covid-19 yang tengah kritis.

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, plasma darah dari pasien yang pulih mengandung antibodi yang dapat membantu membunuh dan mengurangi jumlah virus pada pasien kritis. China pun ingin memanggil mereka semua yang telah pulih untuk menyumbangkan plasma darahnya.

"Saya ingin memanggil semua pasien yang sembuh dari corona untuk menyumbangkan plasmanya, sehingga mereka dapat membawa harapan bagi pasien yang kritis,” kata Kepala Departemen Administrasi Medis NHC, Guo Yanhong dilansir dari laman Arab News, Selasa (18/2).

Pusat Biologi di Kementerian Sains dan Teknologi China, Sun Yanrong, menuturkan bahwa sebanyak 11 pasien di pusat rumah sakit corona di Wuhan, kota yang menjadi episentrum wabah, menerima infus plasma pada pekan lalu. Pasien-pasien yang menerima infus plasma tersebut telah dinyatakan pulih.

"Satu pasien (di antara mereka) sudah keluar, satu bisa turun dari tempat tidur dan berjalan, dan yang lain semuanya pulih," kata Yanrong.

China National Biotec juga mengatakan dalam sebuah unggahan akun resmi WeChat bahwa pasien corona yang tengah kritis dan menerima infus plasma membaik dalam 24 jam. "Studi klinis telah menunjukkan bahwa memasukkan plasma (dari pasien yang pulih) aman dan efektif," kata Yanrong.

Kepala Dokter di Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, Wang Guiqiang, mengatakan, mereka yang telah sembuh dan ingin menyumbangkan plasma darah akan menjalani tes untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa virus. Jadi, nanti hanya plasma yang diambil, sedangkan yang lainnya tidak.

"Hanya plasma yang diambil, tidak semua darah. Komponen lain dari darah termasuk sel darah merah dan trombosit akan diinfuskan kembali ke pendonor," jelas Guiqiang.

Saat ini, para pakar pembuat obat masih tengah berlomba melakukan pengambangan vaksin Covid-19. Jumlah korban yang meninggal dunia akibat virus tersebut telah mencapai 1.770 orang dan telah menginfeksi lebih dari 70.500 orang di China.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA