Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Atasi Covid-19, China Aplikasikan Obat Tradisional

Senin 17 Feb 2020 20:06 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19, Kamis (13/2).

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19, Kamis (13/2).

Foto: AP
China mengaplikasikan obat tradisionalnya untuk mengatasi wabah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merebaknya virus Covid-19 di berbagai negara membuat banyak pakar terus mencari ramuan yang mampu menyembuhkan penyakit yang ditimbulkannya. Menurut sebuah laporan belum lama ini, dilansir laman Times Now News, Senin (17/2), China menggunakan obat tradisional yang sudah berumur berabad-abad untuk menangani orang yang terinfeksi Covid-19.

Baca Juga

Ketua Komisi Kesehatan di Hubei, provinsi yang merupakan pusat penyebaran virus mengatakan, rumah sakit di Wuhan menggunakan obat tradisional China Mereka menggunakan itu bersama dengan obat-obatan barat, untuk merawat pasien yang terinfeksi virus Covid-19. Pengobatan itu diberikan kepada setengah dari kasus yang dikonfirmasi.

Ketua Komisi mengatakan, pengobatan ini telah menunjukkan hasil yang baik. Hal ini terjadi pada saat yang penting ketika tidak ada obat atau obat yang telah diidentifikasi sebagai pengobatan khusus untuk virus Covid-19.

Setidaknya, sekitar 1.700 orang telah kehilangan nyawa karena wabah virus Covid-19. Sementara lebih dari 70 ribu orang telah terinfeksi. Laporan terbaru juga menunjukkan bagaimana para peneliti berlomba untuk menemukan vaksin, dan obat-obatan untuk perawatan melawan penyakit akibat virus Covid-19.

Kota Wuhan telah diisolasi selama beberapa pekan sejak coronavirus tipe baru mewabah. Berbagai langkah sedang diambil untuk mengekang penyebaran virus, termasuk menghentikan penerbangan dari dan ke China.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA