Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Sudah Diet tapi Berat Badan Gagal Turun? Ini Sebabnya (2)

Sabtu 15 Feb 2020 18:07 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Sebagian orang tetap gagal menurunkan berat badan meski sudah mengatur pola makan (Foto: ilustrasi menimbang berat badan)

Sebagian orang tetap gagal menurunkan berat badan meski sudah mengatur pola makan (Foto: ilustrasi menimbang berat badan)

Foto: Independent
Sebagian orang tetap gagal menurunkan berat badan meski sudah mengatur pola makan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada beragam alasan yang bisa menggagalkan upaya penurunan berat badan. Komunitas The Healthy Mummy mengungkapkan setidaknya ada 10 hal yang dapat membuat seseorang gagal untuk menurunkan berat badan meski sudah mengatur makan dan berolah raga, dilansir melalui News.

Baca Juga

Otot
Sebagian orang mungkin merasa panik ketika melihat berat badan mengalami kenaikan, namun bentuk tubuh tampak lebih langsing. Kondisi ini bisa saja disebabkan oleh bertambahnya massa otot.

Seperti diketahui jaringan otot lebih padat dibandingkan lemak. Oleh karena itu, berat badan mungkin saja tidak mengalami penurunan akan tetapi komposisi lemak dan otot di dalam tubuh berubah.

"Ini bisa menyebabkan berat badan lebih tinggi, tapi bentuk tubuh yang lebih kecil dan kesehatan yang lebih baik. Jangan hanya bergantung pada timbangan, ukur badan untuk memantau perkembangan," pungkas The Healthy Mummy.

Kurang Olahraga
Selain mengatur pola makan, olahraga juga memegang peranan penting dalam upaya penurunan berat badan. Kurang berolahraga dapat membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit. Olahraga perlu dilakukan sesuai rekomendasi dan tidak berlebihan.

Hilang "Rem" di Akhir Pekan
Akhir pekan memang identik dengan waktu bersenang-senang. Tentu orang-orang yang sedang menurunkan berat badan juga bisa melakukan beragam kegiatan menyenangkan di akhir pekan, termasuk makan bersama dengan teman atau keluarga.

Yang terpenting adalah tetap menjaga asupan makan agar tidak berlebih selama bersenang-senang di akhir pekan. Bila kehilangan kontrol atas asupan makan di akhir pekan, maka usaha keras yang dilakukan untuk berdiet di hari-hari sebelumnya akan menjadi sia-sia.

Menghadiahi Diri Dengan Makanan
Usai melakukan olahraga cukup keras, tak sedikit orang yang "menghadiahi" diri mereka sendiri dengan makanan. Padahal, makanan yang dikonsumsi setelah olahraga mungkin memiliki kandungan kalori yang lebih besar dibandingkan jumlah kalori yang terbakar ketika berolahraga.

Banyak Stres
National Center for Biotechnology Information mengungkapakan bahwa hormon stres atau kortisol yang meningkat dapat memperbesar kemungkinan terjadinya obesitas. Kortisol diketahui dapat meredistribusi jaringan adiposa putih ke area perut. Selain itu, peningkatan kortisol juga mendorong munculnya keinginan untuk menyantap makanan-makanan yang memberikan kenyamanan atau "comfort food".

Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis dan obat-obatan dapat berkontribusi pad akenaikan berat badan. Beberapa contoh kondisi medis yang dapat memengaruhi berat badan ialah PCOS dan penyakit tiroid. Sedangkan beberapa contoh obat-obatan yang dapat memengaruhi berat badan adlaah obat-obatan hormonal untuk mengontrol kelahiran atau menopause, steroid oral dan obat diabetes.

"Kekurangan tiroid dapat menyebabkan penurunan pada metabolisme dan menyebabkan penambahan berat badan," tukas The Healthy Mummy.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA