Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Sudah Diet tapi Berat Badan Gagal Turun? Ini Sebabnya (1)

Sabtu 15 Feb 2020 18:03 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Berbagai upaya sering dilakukan untuk menurunkan berat badan (Foto: Ilustrasi Berat Badan)

Berbagai upaya sering dilakukan untuk menurunkan berat badan (Foto: Ilustrasi Berat Badan)

Foto: Pxfuel
Berbagai upaya sering dilakukan untuk menurunkan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa upaya sering dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah mengatur pola makan dan berolahraga. Namun, sebagian orang tetap gagal menurunkan berat badan meski sudah mengatur pola makan dan berolahraga. Apa penyebabnya?

Ada beragam alasan yang bisa menggagalkan upaya penurunan berat badan. Komunitas The Healthy Mummy mengungkapkan setidaknya ada 10 hal yang dapat membuat seseorang gagal untuk menurunkan berat badan meski sudah mengatur makan dan berolah raga.

Baca Juga

Berikut ini adalah kesepuluh hal tersebut seperti dilansir News, Sabtu (15/2).

Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Sehat
Ada beragam opsi makanan sehat yang bisa membantu orang-orang untuk menurunkan berat badan. Beberapa yang cukup populer adalah minyak zaitun, beras merah, roti gandum utuh dan alpukat.

Meski menyehatkan, bukan berarti makanan-makanan sehat seperti ini bisa dikonsumsi secara berlebihan saat ingin menurunkan berat badan. Mengonsumsi makanan secara berlebih, termasuk makanan sehat, justru dapat meningkatkan berat badan. Makanan sehat sekalipun perlu dikonsumsi dalam porsi secukupnya agar asupan kalori ke dalam tubuh tidak berlebihan.

"Mudah untuk berpikir bahwa karena ini sehat, Anda bisa menyantapnya dalam jumlah banyak. Tidak begitu," jelas The Healthy Mummy.

Kurang Makan
Mengurangi makan sering dilakukan oleh orang-orang yang sedang berdiet. Akan tetapi, The Healthy Mummy mengungkapkan bahwa asupan makan yang terlalu sedikit akan membuat tubuh tak memiliki cukup bahan bakar untuk melakukan pembakaran lemak.

Tiap orang memiliki kebutuhan asupan kalori yang berbeda. Oleh karena itu, tiap orang harus menyesuaikan kebutuhan ini dengan jumlah kalori yang dikonsumsi dalam satu hari ketika ingin menurunkan berat badan secara sehat.

 

Kurang Tidur
Studi dalam British Journal of Sports Medicine mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh. Orang-orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi. Orang-orang seperti ini juga memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang mendapatkan tidur cukup.

Tak hanya itu, The Healthy Mummy juga menyatakan bahwa perempuan yang kurang tidur memiliki risiko sebesar 32 persen untuk mengalami penambahan berat badan. Kurang tidur yang dimaksud adalah tidur kurang dari lima jam per malam.

Nyemil Berlebih
Menyemil tentu tidak dilarang saat berdiet, selama porsinya tidak berlebihan. Namun, sebagian orang mungkin menyemil dengan frekuensi yang terlalu sering. Bila diakumulasikan, jumlah cemilan yang dikonsumsi mungkin memiliki kalori yang melebihi batas.

Kacang misalnya, merupakan cemilan sehat yang menjadi pilihan banyak orang saat berdiet. Bila dikonsumsi dalam jumlah sedikit, kacang tak akan menjadi musuh dalam upaya menurunkan berat badan. Namun bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, kacang bisa memberikan asupan kalori berlebih yang dapat merusak upaya penurunan berat badan.

"Bila Anda merasa lapar, minum satu gelas besar air putih terlebih dahulu," ungkap The Healthy Mummy.

Sering Menimbang Berat Badan
Terlalu sering menimbang berat badan akan memberikan hasil berat badan yang berfluktuasi. Untuk memantau penurunan berat badan, cukup timbang badan secukupnya saja. Beberapa cara lain yang bisa dilakukan adalah secara berkala mengukur beberapa ukuran tubuh seperti lingkar pinggang dan memfoto seluruh tubuh sebagai perbandingan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA