Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Pria Tinggi Lebih Aman dari Risiko Demensia?

Jumat 14 Feb 2020 06:11 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Penelitian Eropa baru menemukan bahwa pria yang lebih tinggi di usia dewasa muda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena demensia di usia tua (Foto: ilustrasi pria tinggi)

Penelitian Eropa baru menemukan bahwa pria yang lebih tinggi di usia dewasa muda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena demensia di usia tua (Foto: ilustrasi pria tinggi)

Foto: Boldsky
Penelitian Eropa baru, pria tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, COPENHAGEN-- Penelitian Eropa baru menemukan bahwa pria yang lebih tinggi di usia dewasa muda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena demensia di usia tua. Penelitian ini dilakukan para peneliti di Bispebjerg dan Rumah Sakit Frederiksberg, University of Copenhagen dan University of Southern Denmark.

Studi skala besar baru ini melihat data pada 666.333 pria Denmark yang lahir antara 1939 dan 1959, termasuk 70.608 saudara dan 7.388 kembar . Jumlah tersebut dikumpulkan dari pendaftar nasional Denmark.

Para peneliti tidak hanya melihat tinggi badan pria.Tetapi juga apakah faktor-faktor lain dapat berdampak pada risiko demensia.

Penulis utama Terese Sara Hoj Jorgensen menjelaskan pihaknya ingin melihat apakah tinggi badan pada pria muda dikaitkan dengan diagnosisi demensia, sambil mengeksplorasi apakah skor tes kecerdasan tingkat pendidikan dan faktor lingkungan, serta genetik yang mendasar yang dimiliki oleh saudara menjelaskan hubungan tersebut.

Temuan yang dipublikasikan di eLife menunjukkan total 10.599 pria mengembangkan demensia di kemudian hari. Selain itu, para peneliti juga menemukan tampaknya ada penurunan 10 persen dalam risiko pengembangan demensia sekitar setiap enam sentimeter tinggi badan pada individu di atas tinggi rata-rata.

Setelah para peneliti memperhitungkan kecerdasan dan pendidikan dalam analisis mereka, hubungan antara tinggi dan risiko demensia hanya sedikit berkurang. Mereka juga menemukan ada hubungan antara tinggi dan demensia, bahkan ketika mereka melihat saudara yang berbeda tinggi, yang mereka katakan menunjukkan genetika dan karakteristik keluarga saja tidak menjelaskan mengapa pria yang lebih pendek memiliki risiko demensia yang lebih besar.

“Bersama-sama, hasil kami menunjukkan hubungan antara tinggi badan yang lebih tinggi pada pria muda dan risiko yang lebih rendah dari diagnosis demensia di kemudian hari, yang bertahan bahkan dengan tingkat pendidikan dan skor tes kecerdasan,” kata penulis senior Merete Osler, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Jumat (14/2).

“Analisis kami terhadap data tentang saudara mengkonfirmasi temuan ini dan menunjukkan asosiasi tersebut mungkin memiliki akar yang sama dalam paparan lingkungan kehidupan awal yang tidak terkait dengan faktor keluarga yang dimiliki oleh saudara,” ujarnya lagi.

Osler menambahkan mereka memastikan apakah temuan tersebut dapat digeneralisasikan untuk wanita. Sebab penelitian sebelumnya yang telah menyelidiki apakah ada perbedaan antara jenis kelamin dalam hubungan antara tinggi dan demensi, sejauh ini terbukti tidak meyakinkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA