Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Kuliner Spesial nan Unik dari Siak

Rabu 12 Feb 2020 05:31 WIB

Rep: Farah Noersativa/Ed: Endah Hapsari/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sup ikan merah dari Siak, Riau, kreasi restoran Kaum Jakarta.

Sup ikan merah dari Siak, Riau, kreasi restoran Kaum Jakarta.

Foto: Republika/Farah Noersativa.
Kesegaran ikan khas kawasan ini menjadi andalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siak, sebuah kabupaten di Provinsi Riau, dianugerahi dengan keanekaragaman hayati tumbuh-tumbuhan, kekayaan rempah, hingga keunikan berbagai jenis ikan. Keunikan itulah yang menghadirkan ciri khas tersendiri dari kawasan beribu kota Siak Sri Indrapura itu berupa kulinernya yang spesial dan unik.

Sejatinya, kekhasan itu hanya bisa ditemui di wilayah yang terletak 100 kilometer dari Pekanbaru tersebut. Hal itu membuat restoran Kaum Jakarta mengadopsi beberapa menu kuliner untuk dibawa ke Jakarta dan dinikmati oleh khalayak ramai.

Banyaknya tumbuhan dan bahan-bahan pun membuat restoran itu juga membuat kreasi beberapa menu makanan dan minuman yang unik. Brand Director Kaum Jakarta, Lisa Virgiano, yang sempat mengunjungi Siak mengaku sangat antusias dan tertantang dalam mengadopsi menu-menu makanan maupun minuman dari Kabupaten Siak.

Menurut Lisa, Siak merupakan wilayah yang sudah maju dan warganya memiliki pola pikir yang juga maju. Karena bisa dilihat dari letak Siak sendiri yang memang cukup strategis untuk perdagangan juga. Maka, warganya terbiasa melihat perbedaan dan merangkul keberagaman dan nilai luhur masih terasa.

Itu terbukti pada kulinernya, kata Lisa. Sementara itu, Asisten 1 Bupati Siak, Budi Yuwono, membenarkan bahwa kuliner di Siak tergolong kaya karena beraneka ragam tumbuhan ada di sana. Selain itu, banyak pula jenis hewan yang sangat dijaga kelestariannya.

Kami sangat memperhatikan lingkungan. Sebab, misalnya jika sungai tercemar maka ikan tidak lagi bisa hidup di sana. Artinya ya tidak akan ada kuliner lagi. Makanya kami jaga. Di sana juga ada tanaman bernama tenggek burung. Adanya di hutan dan tumbuh liar. Tumbuhan itu kami jaga, kata Budi.

Sebagai menu selamat datang, Kaum Jakarta menyediakan dua menu yang terinspirasi dari Kabupaten Siak. Menu pertama adalah minuman kunyit bejanggo yang dilengkapi dengan bolu kembojo atau kue mojo alias bolu riau.

Ada yang menarik dari minuman kunyit bejanggo. Minuman ini disajikan dengan gelas kecil sehingga hanya meng hasilkan tiga tegukan. Warna kuning muncul karena kunyit yang dipakai. Minuman itu diberi kapulaga serta cengkeh sehingga terkesan memiliki wangi jamu.

Namun, rasanya jauh dari rasa jamu kebanyakan. Meskipun kunyitnya terasa, minuman ini terasa lebih segar karena manis dari air gula yang dicampurkan dalam minuman itu. Rasa kapulaga dan cengkeh justru memberikan warna tersendiri pada saat meminum minuman ini.

Beverages Manager Kaum Jakarta, Pius Hodimore Ebang, mengaku sengaja menggunakan bahan kunyit agar kunyit makin erat dengan masyarakat. Enggak banyak orang menggunakan kunyit sebagai minuman. Orang biasanya tahu kunyit asam. Kita mencoba bawakan kunyit dan mengesankan bahwa kunyit bisa kita sajikan seperti ini, tutur Pius.

Segar
Pada menu makanan, Kaum Jakarta membawakan sebuah hidangan spesial, yaitu sebuah sup. Sup ini merupakan salah satu hidangan utama yang wajib memiliki cita rasa agar terkesan dan membekas bagi yang melahapnya. Tak terkecuali sup ikan merah yang disajikan sebagai menu utama dan spesial khas Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Secara tampilan, sup ikan merah ini memiliki kuah yang kental berwarna merah dan terkesan pedas. Sekilas, masakan ini seperti hidangan khas Thailand, yaitu tom yam. Sup ikan merah ini terdiri atas beberapa isian beraneka macam.

Di antaranya adalah ikan siak yang berasal dari Sungai Siak di Kabupaten Siak, bakso ikan yang dibuat sendiri dengan ikan yang sama, otak-otak yang juga dibuat sendiri berbentuk lembaran persegi panjang yang digulung, serta udang.

Secara rasa, kuah merah yang sangat menarik perhatian itu memiliki rasa asin yang cukup kuat. Rasa pedas juga langsung terasa dan tertinggal di sana meskipun makanan telah habis ditelan. Hal yang menarik, sup ikan itu tidak berbau amis ikan.

Pasalnya, ikan siak yang digunakan memang dijaga kesegarannya. Otak-otak yang ada sebagai isian juga sangat empuk dan memiliki rasa seperti ikan. Baksonya memberikan cita rasa yang berbeda di mulut karena lebih gurih. Udangnya juga tak kalah segar dan sangat empuk ketika digigit.

Koki Kaum Jakarta, Rahmat Hidayat, mengaku terinspirasi dengan menu restoran yang menyajikan sup yang sama di restoran Kabupaten Siak. Menurut dia, ada dua sup yang disajikan di sana, yaitu sup seafood yang memiliki kuah bening dan sup ikan merah.

Kalau kuah bening saya rasa enggak nendang. Makanya saya ambil yang sup ikan merah. Lalu, di sana saya coba. Sayangnya masih ada sentuhan Chinese food. Jadi, saya coba tidak pakai sentuhan itu, tutur chef Rahmat. Bahan-bahan yang digunakan pada menu ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, dan cabai merah keriting.

Dia sama sekali tak menggunakan santan ataupun saus tertentu. Rasa pedas yang dia ciptakan dalam masakan itu sengaja dihadirkan sesuai dengan kuliner autentik Kabupaten Siak. Rasa itu juga yang membuat orang yang melahapnya merasa segar meskipun dia hanya menyajikan rasa pedas di tingkat medium.

Menu ikan cakalang asap sambal belacan tentu akan menjadi menu yang spesial. Menu ini dapat membuat penikmatnya ketagihan untuk menambah nasi lagi. Pasalnya, ikan cakalang asap ini dibumbui oleh sambal belacan khas Kabupaten Siak yang memiliki rasa sangat gurih dan memanjakan lidah.

Tentu, menu ikan cakalang sambal belacan ini menjadi sangat favorit karena gurih ikan cakalang dan pedas sambalnya yang khas sangat menggugah selera makan. Apalagi, cara memakannya hanya dengan menggunakan tangan yang membuat makan sangat terasa nikmat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA