Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Transportasi Kereta Jarak Jauh Eropa Mulai Bangkit

Rabu 29 Jan 2020 05:19 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

The Orient Express Train, salah satu kereta mewah yang menawarkan perjalanan jarak jauh.

The Orient Express Train, salah satu kereta mewah yang menawarkan perjalanan jarak jauh.

Foto: Flickr
Kereta jarak jauh di Eropa sebelumnya dikalahkan dengan tiket murah pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas kereta api Swedia akan mulai lebih banyak menjalankan sarana transportasi darat tersebut. Hal ini dilakkan di tengah banyaknya penumpang yang tidak bisa melakukan perjalanan udara karena faktor iklim, padalah mereka harus tiba di tempat tujan tepat waktu.

Trafikverket, sebagai otoritas kereta api Swedia menawarkan perjalanan kereta api dari Malmö, Swedia, pada malam hari dan akan mengambil lebih banyak penumpang satu jam kemudian saat transit di Kopenhagen, Denmark, hingga kemudian tiba di Cologne, Jerman pada pukul 6 pagi.

Dari sana, perjalanan selanjutnya akan memungkinkan penumpang untuk tiba di London, Paris, Munich, dan Amsterdam sebelum jam makan siang. Para pejabat Trafikverket menyebutnya sebagai langkah pertama untuk menambahkan lebih banyak koneksi langsung untuk penumpang bermalam, karena Pemerintah Swedia ingin menawarkan alternatif yang nyaman untuk penerbangan jarak pendek.

Langkah ini sekaligus menjadi seperti pembalikkan di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, layanan kereta api satu malam telah dibatasi karena banyaknya maskapai penerbangan murah yang menggiurkan dan menarik minat para penumpang untuk beralih dari kereta.

Meski demikian, beberapa masalah telah membuat banyak penmpang yang ingin kembali menggunakan jasa kereta sebagai alat transportasi di Eropa. Dilansir Quartz, Rabu (29/1), sejumlah anggota parlemen Prancis, Belanda dan Jerman sedang mendiskusikan larangan penerbangan domestik dan internasional singkat yang dilayani oleh kereta api berkecepatan tinggi.

Jerman juga telah memotong tarif kereta api sebesar 10 persen agar orang-orang tetap memilih alat transportasi ini. Bahkan, anggota parlemen dari Green Party di negara itu berusaha mengakhiri pembebasan pajak atas bahan bakar penerbangan, demi meningkatkan pendanaan untuk perjalanan kereta api.

Perjalanan dengan kereta api tercatat mengurangi emisi sebesar 10 persen hingga 90 persen dibandingkan pesawat terbang. Hal itu kemudian semakin mendorong operator kereta api di Eropa untuk meningkatkan penawaran mereka.

Setelah hampir dua dekade, kereta semalam Brussels, Belgia ke Vienna, Austria oleh Kereta Api Austria (ÖBB) kembali dijalankan. ÖBB sekarang berencana untuk memperluas fasilitas seperti hotel pada 27 rute kereta semalam pada 2022, dengan lebih banyak kedatangan.

Meski demikian, masih ada banyak rintangan yang harus diselesaikan agar kereta bisa bersaing lebih efektif. Tidak seperti penerbangan internasional, para pelancong yang melintasi perbatasan mungkin memerlukan visa atau izin paspor bahkan jika mereka tidak turun.

Maskapai bertarif murah pun dapat semakin memangkas tarif menjadi sangat rendah. Bahkan, harga yang ditawarkan bisa jauh lebih hemat dibandingkan beberapa rute perjalanan kereta.

Seperti kereta semalam Brussels ke Wina ÖBB berharga 29,90 euro atau sekitar 33 dolar AS untuk tempat duduk dan 49,90 euro atau 55 dolar AS untuk kursi tempat tidur. Pada Ahad (26/1) lalu, salah satu maskapai penerbangan hemat Austria menggembar-gemborkan harga online sebesar  33 euro (36 dolar AS) untuk rute yang sama.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA