Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Ahli Temukan Tes Darah untuk Prediksi Menopause

Jumat 24 Jan 2020 18:42 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Menghitung tanggal menstruasi. Ilustrasi

Menghitung tanggal menstruasi. Ilustrasi

Foto: .
Kadar hormon AMH dapat memprediksi kapan periode menstruasi terakhir wanita.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pola siklus menstruasi umumnya digunakan sebagai indikator untuk memprediksi kapan wanita mengalami menopause. Namun sayang, pendekatan ini dinilai sangat tidak akurat.

Sebagai solusi, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Jurnal Endokrinologi & Metabolisme Klinis Masyarakat Endokrin, mengembangkan tes darah yang dapat memperkirakan dimulainya menopause dengan akurasi yang relatif lebih baik.

Para peneliti menemukan bahwa mengukur kadar hormon anti-Mullerian (AMH) dapat memprediksi kapan periode menstruasi terakhir seorang wanita akan terjadi. AMH berfungsi sebagai indikator berapa banyak telur yang tersisa dari seorang wanita. Wanita dilahirkan dengan pasokan telur seumur hidup mereka, dan pasokan berkurang ketika wanita mendekati menopause.

"Menggunakan pola siklus menstruasi atau tes yang tersedia sebelumnya untuk memprediksi waktu menopause tidak berguna secara klinis. Wanita dapat membuat keputusan medis yang lebih baik dan informasi yang lebih lengkap dengan pengukuran hormon anti-Mullerian ini,” kata penulis studi Nanette Santoro dari University of Colorado Medical School di Aurora, Colorado seperti dilansir Times Now News, Jumat (24/1).

Dengan pengukuran AMH, kata Santoro, wanita juga dapat menentukan apakah ia harus menjalani operasi untuk mengelola fibroid (pertumbuhan sel tidak normal) atau menentukan aman tidaknya berhenti menggunakan KB. Sebab pengukuran AMH dapat memberikan informasi tambahan tentang waktu menopause.

Sebagai bagian dari Studi Kesehatan Wanita di Seluruh Bangsa (SWAN), penelitian ini menganalisis tes darah yang dilakukan pada 1.537 wanita berusia antara 42 dan 63 tahun. Studi SWAN jangka panjang memantau perubahan dalam kesehatan wanita saat mereka melewati masa transisi menopause. Untuk penelitian ini, sampel darah partisipan diuji kadar AMH serta hormon perangsang folikel, hormon reproduksi lain.

Para peneliti menggunakan tes yang lebih sensitif daripada apa yang telah tersedia sebelumnya untuk mengukur tingkat AMH peserta. Proses ini memungkinkan untuk memprediksi waktu akhir periode menstruasi dalam 12 hingga 24 bulan pada wanita di akhir usia 40-an dan awal 50-an.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA