Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

RSPI Sulianti Saroso Siap Tangani Pasien Corona

Sabtu 25 Jan 2020 01:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas memeriksa ruangan isolasi di RSPI Sulianti Saroso. Rumah sakit di Jakarta Utara ini siap menampung pasien corona.

Petugas memeriksa ruangan isolasi di RSPI Sulianti Saroso. Rumah sakit di Jakarta Utara ini siap menampung pasien corona.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
RSPI Sulianti memang merupakan rumah sakit rujukan infeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Virus Corona baru yang menyerang Kota Wuhan di China membuat negara lain panik termasuk Indonesia. Rumah sakit di Indonesia mengaku siap menangani kasus ini. Salah satunya Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Direktur Medik dan Perawatan RSPI, dr Diany Kusumawardhani, menjelaskan RSPI Sulianti Saroso adalah rumah sakit rujukan penyakit infeksi. "Jadi kami juga menjadi pusat kajian infeksi karena itu kami selalu siap untuk menerima rujukan penyakit infeksi termasuk penyakit infeksi baru," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/1).

Mereka mengaku siap menangani kasus tersebut karena memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Mereka mempunyai dokter spesialis termasuk spesialis infeksi.

Termasuk mempunyai ruang-ruang isolasi baik isolasi khusus ketat atau isolasi yang lainnya. Mereka juga memiliki fasilitas laboratorium, radiologi dan lainnya untuk menunjang diagnostik pasien-pasien yang terinfeksi.

"Kami punya pokja untuk infeksi emerging khusus jadi kalau setiap kali ada kasus infeksi emerging apapun juga pokja ini akan bekerja. Ketuanya adalah Dokter Pompini. dan ruang isolasi ketat. Kami punya 11 tempat tidur termasuk satu untuk infeksi penyakit," ujarnya.

Dalam ruang isolasi, satu kamar satu tempat tidur dengan tekanan negatif yang berarti dan antara ruang satu dengan yang lainnya tidak ada aliran udara keluar. Sehingga memutus sebesar mungkin kemungkinan adanya kuman dari dalam kamar yang ditempati pasien itu untuk menuju ke luar dari ruangan tersebut. Petugas yang menangani pasien itu pun akan menggunakan alat pelindung diri atau APD yang lengkap untuk menghindari terjadinya penularan melalui petugas tersebut.

Untuk mekanisme rujukan sama seperti kasus lain. Kalau memang kasus itu sesuai dengan kriteria penyakit tertentu yang memang harus mendapatkan isolasi ketat maka pasien akan dikirim langsung menuju ke ruang isolasi. Baru di situ nanti ditangani oleh petugas rumah sakit.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA