Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Kehamilan dan Menyusui Cegah Menopause Dini

Kamis 23 Jan 2020 22:17 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Perempuan yang telah hamil atau menyusui cenderung jarang mengalami menopause dini (Foto: Ilustrasi perempuan menopause)

Perempuan yang telah hamil atau menyusui cenderung jarang mengalami menopause dini (Foto: Ilustrasi perempuan menopause)

Foto: yorkshiretimes.co.uk
Perempuan yang telah hamil atau menyusui cenderung jarang mengalami menopause dini.

REPUBLIKA.CO.ID, MASSACHUSETTS -- Perempuan yang telah hamil atau menyusui cenderung jarang mengalami menopause-dini">menopause dini. Kemungkinan ini terjadi karena ovulasi berhenti sementara selama kehamilan dan melambat selama menyusui untuk menjaga cadangan telur lebih lama.

Beberapa penelitian menunjukkan memiliki bayi dapat mempengaruhi waktu menopause. Mayoritas mengharuskan orang mengingat secara akurat kapan menopause mereka dimulai.

Tetapi, menentukan waktu menopause tidak semudah yang dipikirkan. Karena menstruasi dapat tidak menentu dalam beberapa bulan atau tahun sebelum menopause.

Biasanya hanya dikonfirmasi 12 bulan setelah periode berhenti. Christine Langton di University of Massachusetts dan rekan-rekannya melihat catatan kesehatan dalam Nurses'Heath Study II, alih-alih meminta informasi bertahun-tahun setelah mengalami menopause. Tim Langton mempelajari  laporan kehamilan, menyusui dan menopause dari 108.887 orang selama periode 26 tahun.

Tim menemukan orang yang pernah mengalami kehamilan yang berlangsung setidaknya enam bulan memiliki risiko lebih rendah mengalami menopause dini, dibandingkan mereka yang tidak. Menopause dini didefinisikan sebagai menopause sebelum usia 45 tahun

"Wanita yang memiliki satu kehamilan berisiko delapan persen lebih rendah, mereka yang memiliki dua kehamilan memiliki risiko 16 persen lebih rendah, dan mereka yang memiliki tiga kehamilan memiliki risiko 22 persen lebih rendah," ujar Langton, seperti yang dilansir dari New Scientist, Kamis (23/1).

Tautan ini, Langton menuturkan, tidak dijelaskan oleh infertilitas.  Timnya menjelaskan hal ini dengan menghilangkan orang-orang yang melaporkan bahwa mereka berusaha untuk hamil, tetapi tidak hamil dari sampel penelitian.

"Tidak ada perbedaan dalam hasil," kata Langton.

Selain itu, menyusui juga menurunkan risiko menopause dini. 28 persen orang yang menyusui bayi  selama tujuh hingga 12 bulan seumur hidup mereka, lebih kecil kemungkinannya mengalami menopause sebelum usia 45 tahun, dibandingkan mereka yang menyusui selama kurang dari sebulan.

Mereka yang secara eksklusif menyusui selama tujuh sampai 12 bulan seumur hidup mereka dan memiliki tiga kehamilan, memiliki risiko 32 persen lebih rendah mengalami menopause dini.

Tim hanya mengamati korelasi sehingga mereka tidak dapat memastikan kehamilan atau menyusui mempengaruhi waktu menopause. Tetapi, karena ovulasi dihentikan sementara selama kehamilan atau melambat selama menyusui.

Ini dapat menghentikan sel telur yang hilang setiap bulan. Secara teori, ini bisa menghemat cadangan telur dan mencegah menopause lebih lama.

Langton menuturkan, potensi untuk menunda menopause seharusnya tidak mempengaruhi keputusan seseorang memiliki bayi. Ada hal lain yang meningkatkan risiko memasuki menopause dini. Merokok telah dikaitkan dengan menopause dini karena berat badan kurang.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA