Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Mengapa Virus Corona Perlu Diwaspadai?

Jumat 24 Jan 2020 01:15 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andi Nur Aminah

Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya di  Bandara Guangzhou, Provinsi Guangdong, China, Kamis (23/1).  Wabah Virus Wuhan di China telah memakan korban 17 orang meninggal dan ratusan lainnya positif terjangkit.

Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya di Bandara Guangzhou, Provinsi Guangdong, China, Kamis (23/1). Wabah Virus Wuhan di China telah memakan korban 17 orang meninggal dan ratusan lainnya positif terjangkit.

Foto: Alex PlavevskiEPA-EFE
virus ini sebenarnya merupakan virus yang menyerang organ paru-paru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maraknya informasi mengenai virus corona, membuat publik bertanya-tanya mengenai virus mematikan itu. Virus itu diduga berasal dari sebuah kota di China bernama Wuhan.

Baca Juga

Dokter spesialis penyakit dalam RSCM, yang juga praktisi kesehatan, Prof dr Ari Fahrial Syam, kepada Republika.co.id mengatakan, virus ini sebenarnya merupakan virus yang menyerang organ paru-paru. Dalam dunia medis, infeksi paru-paru disebut pneumonia.

“Sebenarnya, pneumonia itu bisa terjadi di masyarakat kita. Bisa karena virus influenza yang tidak ditangani dengan baik atau karena infeksi karena bakteri,” kata Ari, Kamis (23/1).

Hanya saja, ada dua hal yang menyebabkan virus korona menjadi virus yang patut diwaspadai. Pertama, virus korona memiliki tingkat penyebaran yang sangat tinggi dari orang ke orang. Kedua, virus ini membuat orang yang terkena infeksi ini berdampak ke kematian.

“Virus ini merupakan virus baru, yang diduga yang sama bahayanya dengan virus SARS karena bisa berdampak ke kematian,” kata dia.

Sebelumnya, menurut Ari, penyebarannya masih belum diketahui. Namun, seiring dengan perkembangannya, virus ini ternyata bisa menular dari orang ke orang. Oleh sebab itu, masyarakat dan pemerintah pun diminta untuk mengantisipasi, mengingat pemerintah China juga telah melakukan respons yang sangat baik setelah ditemukan kasus infeksi virus Corona.

Cara penularannya, kata Ari, adalah dengan cara penularan droplet atau partikel air kecil. Droplet yang membawa mikroorganisme itu dapat terbawa oleh udara dan dapat dihiruplangsung oleh orang lain.  “Sebenarnya, hampir sama dengan influenza, hanya saja virus influenza hanya menyerang sampai dengan rongga hidung. Sementara pneumonia menyerang samopai paru-paru,” jelas Ari.

Salah satu antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, kata dia, adalah pengawasan mobilisasi masyarakat yang bepergian dari dan ke China. Sebab, saat ini mobilisasi masyarakat pun terbilang sangat tinggi.

Artinya, potensi penularan virus corona bisa sangat tinggi. Sebab, sekali orang terinfeksi virus corona, maka dia bisa menjadi sumber penularan.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA