Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Studi: 86 Persen Remaja Kecanduan Gim Online

Rabu 22 Jan 2020 06:46 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

 Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan terhadap 963 orang tua remaja berusia antara 13 dan 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 persen dari mereka merasa anak-anak mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain video game (Foto: gamer online)

Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan terhadap 963 orang tua remaja berusia antara 13 dan 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 persen dari mereka merasa anak-anak mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain video game (Foto: gamer online)

Foto: Flickr
Studi menyebutkan, remaja usia 13-18 tahun terlalu banyak habiskan waktu main game.

REPUBLIKA.CO.ID, LANSING -- Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan terhadap 963 orang tua remaja berusia antara 13 dan 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 persen dari mereka merasa anak-anak mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain video game.

Penelitian ini dilakukan oleh Rumah Sakit CS Mott Children milik University of Michigan. Menurut hasil survei, dua kali lebih banyak orang tua melaporkan anak laki-laki mereka bermain gim setiap hari, dibandingkan orang tua anak perempuan.

Selain itu, seperti yang dilansir dari Malay Mail, Rabu (22/1), 54 persen anak laki-laki bermain selama tiga jam atau lebih, dibandingkan dengan hanya 13 persen anak perempuan. Hasil ini akan menunjukkan bermain video gim adalah kegiatan utama yang dilakukan oleh anak laki-laki.

Namun, sebuah studi pada 2016 oleh Pew Research Center menunjukkan di antara 2.000 orang Amerika di atas 18 tahun dalam penelitian ini, para wanita bermain hampir sebanyak pria (48 persen vs 50 persen).

Secara keseluruhan, orang tua dalam penelitian ini melaporkan bermain gim memiliki dampak pada aspek lain dari kehidupan remaja mereka, seperti interaksi dan kegiatan keluarga (46 persen), tidur (44 persen), pekerjaan rumah (34 persen), hubungan dengan rekan bukan dari kalangan pemain gim (33 persen) dan kegiatan ekstrakurikuler (31 persen).

Beberapa permainan sebenarnya boleh saja. Tetapi seharusnya tidak mengganggu hubungan keluarga dan teman.

Strategi yang digunakan oleh orang tua untuk mendorong anak-anak mereka menghabiskan lebih sedikit waktu di depan video gim, termasuk mengusulkan kegiatan lain (75 perse) dan membatasi waktu bermain gim (54 persen). Beberapa orang tua (14 persen) sejauh ini menyembunyikan peralatan bermain gim dari remaja mereka.

Namun demikian, 71 persen orang tua berpikir video gim dapat memiliki efek positif bagi remaha mereka. Posisi ini telah didukung oleh beberapa penelitian, dengan studi yang telah menunjukkan kegiatan tersebut dapat memiliki manfaat untuk konsentrasi atau menciptakan hubungan sosial.

Untuk penggunaan yang tepat dari video game, penulis laporan baru ini menyarakan untuk menunjukkan kedekatan mereka melalui bermain gim dengan anak-anak mereka sambil tetap menetapkan batasan.

Co-direktur Mott Poll dan dokter anak-anak Dr Gary Freed mengungkapkan meskipun banyak orang tua percaya video game dapat membawa pengaruh baik untuk remaja, mereka juga melaporkan sejumlah dampak negatif yang berkepanjangan dari gim.

“Orang tua harus mencermati perilaku bermain anak remaja mereka dan menetapkan batasan yang masuk akal untuk mengurangi dampak buruk pada waktu tidur, hubungan keluarga, teman sebaya dan kinerja sekolah,” kata mereka.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA