Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Pengguna Vape-Rokok Berpotensi Terkena Risiko Strok

Rabu 22 Jan 2020 02:21 WIB

Rep: Thomas Rizal (cek n ricek)/ Red: Thomas Rizal (cek n ricek)

Sumber: IStock

Sumber: IStock

Pengguna vape dan rokok sangat mungkin terkena stroke.

CEKNRICEK.COM -- Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine, menunjukkan orang-orang yang melakukan vape bersamaan dengan merokok (dual use) berpotensi dua kali lebih mungkin untuk menderita stroke daripada mereka yang hanya merokok.

Studi ini memeriksa data dari System Surveillance Factor Behavioral Risk 2016-2017 atau survei kesehatan tahunan yang dilakukan di seluruh Amerika Serikat. Peneliti dari tim Universitas George Mason ini menganalisis lebih dari 160.000 tanggapan tentang penggunaan rokok dan rokok elektrik dari peserta berusia antara 18 dan 44 tahun, yang sebagian besar adalah laki-laki.

Temuan ini menunjukkan bahwa Adjust Odds Ratio (AOR) pada perokok adalah 1,59 dan mereka yang telah beralih ke vaping secara eksklusif, AOR melonjak menjadi 2,54. Bagi orang yang memakai keduanya secara bersamaan sebesar 2,91. Sementara tingkat AOR bagi orang yang sudah stroke adalah 2,83. Hal ini berarti pengguna vape dan rokok sangat mungkin terkena stroke.

Sumber: IStock

“Sudah lama diketahui bahwa merokok adalah salah satu faktor risiko paling signifikan untuk stroke dan penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa perokok muda yang juga menggunakan rokok elektrik menempatkan diri mereka pada risiko yang lebih besar," kata Tarang Parekh, ketua penelitian.

"Ini adalah pesan penting bagi perokok muda yang menganggap rokok elektrik sebagai kurang berbahaya dan menganggapnya sebagai alternatif yang lebih aman," tambahnya.

Baca Juga: 80 Persen Pasien Penyakit Paru-paru Terkait Vape di AS Gunakan Likuid THC

Hasil penelitian ini muncul setelah Badan Pengawas Obat-obatan di Inggris (Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency atau MHRA) mempertimbangkan rencana untuk meminta perusahaan vape mendanai penelitian tentang kandungan likuid rasa yang digunakan dalam vape.

Hal ini terkait rangkaian penyakit paru-paru yang berujung pada kematian seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Di AS sendiri, pemerintah federal telah melarang sejumlah likuid rasa rokok elektrik, dan hanya mengizinkan rasa mentol dan tembakau yang diizinkan beredar.

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA