Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Perbedaan Bekas Jerawat dan Hiper Pigmentasi

Selasa 21 Jan 2020 04:30 WIB

Rep: Noer Qomariah / Red: Muhammad Hafil

Perbedaan Bekas Jerawat dan Hiper Pigmentasi. Foto:  Jerawat (ilustrasi)

Perbedaan Bekas Jerawat dan Hiper Pigmentasi. Foto: Jerawat (ilustrasi)

Foto: Foxnews
Perawatan bekas jerawat dan hiper pigmentasi berbeda-beda.

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI—Jerawat dan hiper pigmentasi adalah dua hal yang ingin dihindari oleh semua orang karena bekasnya bertahan lama. Perawatan dua masalah kulit ini juga berbeda-beda tergantung pada jenis kulit seseorang.

Baca Juga

Bekas luka karena jerawat berkembang ketika seseorang mengambil jerawat yang menyebabkan perubahan pada lapisan kulit yang lebih dalam setelah jerawat hampir sembuh. Kadang-kadang bekas jerawat muncul karena produksi kolagen tidak cukup untuk menyembuhkan bekas luka indentasi.

Bekas luka juga berkembang ketika terlalu banyak produksi kolagen. Produksi kolagen yang berlebihan menyebabkan luka bergelombang dan berada di permukaan. Ada empat jenis bekas jerawat, yakni ice pick scars (terjadi karena kurangnya produksi kolagen), acne pigment (bekas luka dangkal dengan tepi yang tajam), rolling scars (merupakan bekas luka yang bergelombang dan dangkal), dan keloid scars (bekas luka menghitam yang bergelombang dan berada di permukaan).

Sementara itu, hiper pigmentasi adalah istilah umum yang mengacu pada bintik-bintik pada kulit yang berkisar dari melasma hingga penuaan. Jaringan parut jerawat juga ada di bagian ini. Bagian gelap dari bekas luka jerawat dikenal sebagai hiper pigmentasi.

Penyebab utamanya telalu banyak melanin. Ketika tubuh mulai membuat banyak melanin, tubuh menyimpannya di lapisan luar kulit yang mengarah hiper pigmentasi. Ini terjadi karena melanin bertindak sebagai perisai pelindung untuk jerawat. Bintik-bintik tersebut akhirnya memudar seiring waktu.

Lalu apa perbedaan antara jaringan parut jerawat dan hiper pigmentasi? Seperti yang dilansir dari Indian Express, Senin (20/1), jaringan parut jerawat terjadi ketika ada perubahan pada tekstur kulit. Ketika datang ke hiper pigmentasi, teksturnya tetap tidak berubah, namun warnanya semakin gelap.

Dalam kedua kasus tersebut, jerawat yang aktif harus ditangani secepat mungkin untuk mencegah hiper pigmentasi lebih lanjut. Sebab, melanin mulai disimpan di lapisan atas kulit untuk bertindak sebagai lapisan pelindung untuk jerawat.

Beberapa saran pencegahannya adalah jangan memencet jerawat. Inilah yang menyebabkan jaringan parut dan daerahnya meradang.

Oleskan tabir surya setiap hari baik di dalam maupun di luar ruangan atau saat mendung sekalipun. Gunakan tabir surya yang memiliki setidaknya SPF 30 dan aplikasikan kembali kapan pun diperlukan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA