Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Usus Tersumbat Akibat Boba, Haruskah Dioperasi?

Senin 20 Jan 2020 13:48 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Minuman boba (Ilustrasi). Seorang anak di Cina ususnya tersumbat oleh boba yang tak dikunyahnya.

Minuman boba (Ilustrasi). Seorang anak di Cina ususnya tersumbat oleh boba yang tak dikunyahnya.

Foto: Flickr
Seorang anak di Cina ususnya tersumbat oleh boba yang tak dikunyahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di Cina dilaporkan mengalami penyumbatan usus setelah mengonsumsi dua gelas bubble tea. Ia segera dilarikan ke ruang gawat darurat dan dididagnosis mengalami obstruksi usus serta harus menjalani operasi.

"Sekitar pukul tiga pagi saya mendapat telepon karena ada anak yang mengalami sakit perut tiba-tiba. Hasil rontgen menunjukkan obstruksi usus dan kami menemukan dua benda padat di dalam perutnya,” ujar Zhang Haiyang, dokter ahli bedah pediatri yang menangani anak laki-laki tersebut, dilansir Fox News Senin (20/1).

Seperti dikutip dari The Sun, menurut Haiyang, dua benda padat yang disebut sebagai fecalith tersebut memiliki ukuran berbeda, yakni sebesar dua dan tiga sentimeter. Fecalith merupakan batu yang tercipta dari sisa makanan.

Baca Juga

boba-_190717142449-396.png" alt="photo" />
Minuman boba.

Haiyang mengatakan, berdasarkan riwayat pasien, anak laki-laki itu tidak menguyah boba yang menjadi topping di minuman tersebut, melainkan hanya menelannya begitu saja. Anak laki-laki itu meminum dua gelas minuman bubble tea dengan cara yang sama dalam empat hari terpisah.

Haiyang pun berkesimpulan bahwa sangat mungkin boba yang terbuat dari mutiara tapioka itu saling menempel dan menyebabkan sumbatan di usus. Anak bujang itu menjalani masa observasi semalaman, namun kondisinya tak membaik.

Dokter pun menjadwalkan pembedahan. Di meja operasi, setelah melakukan observasi lebih lanjut terhadap usus anak itu, dokter melihat benda-benda yang menyumbat di usus anak laki-laki itu dapat dihancurkan.

Mutiara tapioka yang menyangkut ini kemudian diputuskan tidak perlu diangkat melalui prosedur bedah usus. Operasi pun dihentikan.

Anak laki-laki itu dilaporkan telah berada dalam kondisi baik setelah dua hari menjalani tindakan medis untuk menghancurkan boba yang menyangkut di ususnya. Kotoran yang menyangkut di ususnya akhirnya keluar bersama tinjanya.

Bubble tea merupakan minuman yang populer di seluruh dunia dan dengan cepat berkembang sebagai tren konsumsi. Berasal dari Taiwan, bubble tea yang juga dikenal sebagai minuman boba atau pearl milk tea menjadi sangat disukai karena rasanya yang manis dan segar serta topping-nya yang lembut dan kenyal.

Rasa dari minuman ini kemudian mulai bervariasi, mulai dari hanya teh, susu, dan boba, hingga dicampurkan dengan buah dan sejenis jus segar. Satu yang paling penting dari jenis minuman yang mengandung puluhan boba adalah bola-bola itu terbuat dari tepung tapioka yang sulit untuk dicerna.

Boba merupakan topping yang dibuat dengan proses merebus dan merendam, serta merendam mutiara tapioka dalam sirup karamel. Tentu dapat dibayangkan bagaimana rasanya akan sangat disukai, terutama bagi mereka yang suka sesuatu yang manis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA