Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Ini Pentingnya Memasak Makanan Sendiri di Rumah

Jumat 17 Jan 2020 05:01 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nora Azizah

Sebuah penelitian yang dilakukan universitas Michigan, Amerika Serikat (AS) menemukan adanya hubungan antara masakan rumah dan usia (Ilustrasi Masak Di rumah)

Sebuah penelitian yang dilakukan universitas Michigan, Amerika Serikat (AS) menemukan adanya hubungan antara masakan rumah dan usia (Ilustrasi Masak Di rumah)

Foto: Pxhere
Riset menunjukkan, ada kaitan antara masakan rumah dengan usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian yang dilakukan universitas Michigan, Amerika Serikat (AS) menemukan adanya hubungan antara masakan rumah dan usia. Tak hanya menghemat pengekuaran, riset juga mendapati bahwa mengonsumsi makanan rumah bisa memperpanjang usia seseorang.

Seperti dinukil laman The Ladders, Jumat (17/1) memakan masakan rumah merupakan langkah pencegahan efektif terhadap krisis obesitas kita yang saat ini sedang berkembang. Masakan rumah dinilai mengandung kadar karbohidrart, gula dan kalori yang lebih terbatas.

Hal tersebut pada akhirnya dapar memperpanjang usia seseorang. Meski demikian, banyak komponen yang diperlukan untuk memfasilitasi perubahan gaya hidup tersebut.

Asisten profesor manajemen kesehatan dan kebijakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan Julia Wolfson mengatakan, membantu lebih banyak orang memasak makanan sehat di rumah adalah tujuan yang patut dipuji, tetapi itu tidak selalu layak untuk semua orang,

"Banyak yang harus dilakukan untuk membantu memastikan bahwa semua orang, tidak peduli seberapa sering mereka memasak, atau tingkat pendapatan mereka, dapat mengkonsumsi makanan yang sehat," kata Julia Wolfson.

Skor berkisar dari nol hingga 100 dengan masing-masing ujung menunjukkan seberapa dekat seseorang mematuhi DGA. Setelah ditinjau, Wolfson dan timnya meminta kelompok peserta menyelesaikan dua penarikan makanan 24 jam.

Dari 8.668 peserta yang terlibat dalam penelitian ini, 36 persen memasak di rumah tujuh kali seminggu atau lebih, 31 persen memasak di rumah sekitar lima hingga enam kali seminggu, 21 persen memasak di rumah sekitar tiga hingga empat kali seminggu dan 13 persen memasak makanan tidak lebih dari dua kali dalam sepekan.

Riset mendapati bahwa responden yang memasak makanan mereka tujuh kali atau lebih dalam sepekan memikiki skor indeks kesehatan (HEI) yang lebih tinggi sebesar 2,96 poin. Dorongan ini lebih dramatis di antara mereka yang berpenghasilan tinggi.

Responden dari rumah tangga makmur menaikkan skor mereka rata-rata 5,08 poin sementara responden dari rumah tangga ke kelas menengah ke bawah meningkatkan skor mereka dengan rata-rata 2,68 poin. Para peneliti bermaksud mengembangkan perubahan sistematis untuk mengakomodasi rumah tangga yang tidak mampu mempertahankan persiapan makanan berkualitas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA