Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Sering Sakit Kepala Saat Bangun Tidur? Ini Penyebabnya

Kamis 16 Jan 2020 04:31 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Beberapa orang pernah terbangun di pagi hari dengan sakit kepala (Ilustrasi Sakit Kepala)

Beberapa orang pernah terbangun di pagi hari dengan sakit kepala (Ilustrasi Sakit Kepala)

Foto: Flickr
Beberapa orang pernah terbangun di pagi hari dengan sakit kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa orang pernah terbangun di pagi hari dengan sakit kepala. Kondisi ini tentu sangat menganggu dan menyebabkan ketidaknyamanan untuk memulai hari.

Menurut National Headache Foundation, tubuh sering memproduksi obat penghilang rasa sakit yang kurang alami, seperti endorfin dan enkephalin, antara jam 4 pagi dan 8 pagi. Karena itu, orang-orang secara alami rentang mengalami sakit kepala sangat terbangun di pagi hari.

Suneetha Budampati, seorang dokter spesialis neuropatik di National Pain & Spine Center di Arlington, Amerika Serikat (AS) mengatakan di waktu tersebut, tubuh meningkatkan produksi kadar adrenalin dan kortisol, yang dapat menyebabkan kadar gula darah berkurang dan membuat tekanan darah lebih tinggi. Hal ini yang berkontribusi pada sakit kepala di pagi hari.

Dilansir Pop Sugar, Kamis (16/1), sakit kepala di pagi hari seringkali merupakan akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti diabetes, kelainan tiroid. dan depresi. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang membuat kondisi ini terjadi, yaitu :


Otot tegang
Kondisi otot yang tegang selama tidur, khususnya leher bisa terjadi meskipun Anda menggunakan banyak bantal untuk menopangnya. Jika rasa sakit kepala terjadi secara sering karena kelainan struktural di leher dan tulang belakang, seperti saraf terjepit atau radang sendiri, Budampati menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penggunaan Botox, steroid epidural, atau suntikan kortison.

Penggunaan tersebut menargetkan keketatan otot. Selain itu, ini bisa menentukan pilihan obat nyeri yang diresepkan.


Teeth grinding
Teeth grinding atau dikenal sebagai bruxism adalah kondisi seseorang seringkali menekan, menggemeretakkan, atau menggesekkan gigi ke atas dan bawah, maupun ke kanan dan kiri secara tidak sadar. Sebanyak hampir 80 persen bruxism terjadi pada malam hari saat sedang tertidur.

Budampati mengatakan jika mengalami hal ini karena berbagai faktor, seperti stres, cobalah kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan suntikan yang meringankan rasa sakit di sendi temporomandibular tulang rahang Anda. Rasa sakit di sendi tersebutpada gilirannya menyebabkan sakit kepala di pagi hari.

Baca Juga

Sleep apnea
Sleep apnea merupakan gangguan tidur serius, di mana pernapasan dapat berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, khususnya otak mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk sehingga orang yang mengalaminya akan merasa lelah saat terbangun.

Sakit kepala di pagi hari juga bisa terjadi karena kondisi ini. Harvard Health Publishing pernah melaporkan bahwa dalam kasus yang parah, sleep apnea dapat muncul ratusan kali dalam semalam.

Mendengkur dan tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda-tanda sleep apnea. Namun, untuk dapat didiagnosis dengan baik, seseorang yang mengalaminya mungkin harus melakukan penelitian lebih lanjut di pusat tidur profesional.


Dehidrasi
Setelah sembilan jam tidur, dehidrasi normal terjadi. Untuk mencegah sakit kepala terjadi di pagi hari, selalu siapkan minum dan jangan lupa untuk sellau mengkonsumsi minimal delapa gelas air yang disarankan sepanjang hari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA