Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Bolehkah Minum Kopi Saat Perut Kosong?

Rabu 15 Jan 2020 05:29 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah

Masih banyak perdebatan mengenai bahaya minum kopi kala perut masih kosong.

Masih banyak perdebatan mengenai bahaya minum kopi kala perut masih kosong.

Foto: Nora Azizah/Republika
Masih banyak perdebatan mengenai bahaya minum kopi kala perut masih kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan fakta, kopi merupakan minuman populer yang paling sering dikonsumsi kedua setelah air mineral. Selain meringankan rasa lelah, kafein yang terkandung dalam kopi juga bermanfaat meningkatkan suasana hati, fungsi otak hingga kinerja olahraga.

Bahkan kopi juga bermanfaat melindungi penyakit seperti diabetes hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, banyak yang mengkonsumsinya di pagi dan sore hari. Namun demikian, muncul berbagai perdebatan mengenai bahaya minum kopi kala perut masih kosong.

Dilansir dari Healthline, Selasa (14/1) sebuah penelitian menunjukkan bahwa kepahitan kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Dengan alasan tersebut, orang percaya bahwa kopi mampu mengiritasi perut dan lambung.

Akan tetapi, dari penelitian tersebut, belum ditemukan atau gagal menemukan, hubungan kopi dengan masalah pencernaan, terlepas ketika mengkonsumsinya saat perut kosong.

Meski banyak yang meminum kopi tanpa didahului dengan makan dan tak mendapat efek apapun. Namun, sebagian orang dinilai sangat sensitif ketika meminum kopi secara teratur, termasuk ketika belum mendapat asupan makan, yang menyebabkan mereka mendapat rasa mulas, gangguan pencernaan hingga gejala lainnya.

Oleh sebab itu, penting bagi semua orang untuk memperhatikan bagaimana tubuh merespon efek dari kopi tersebut. Terlepas dengan meminum kopi tanpa didahului makan atau dengan asupan terlebih dahulu.

Baca Juga

 

photo
(Ilustrasi Kopi Hitam)


Lebih jauh, dengan meminum kopi saat perut kosong, dinilai juga dapat meningkatkan hormone stress kortisol. Di mana, hormone tersebut diproduksi kelenjar adrenalin dan membantu tekanan darah hingga kadar gula darah.

Namun demikian, tingkat kronis dari hal tersebut dapat memicu lebih banyak masalah kesehatan, termasuk keropos tulang, darah tinggi hingga diabetes dan penyakit jantung.

Kadar kortisol secara alami memuncak pada waktu Anda bangun, dan menurun sepanjang hari, hingga akhirnya memuncak lagi selama fase awal tidur. Akan tetapi, menariknya kopi dapat merangsang produksi kortisol. Jadi, beberapa orang mengklaim bahwa meminumnya di pagi hari, ketika kadar kortisol sudah tinggi, bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kopi nyatanya juga memiliki efek samping potensial lainnya, dari mulai kafein yang membuat kecanduan dan beberapa orang dengan gen tertentu yang sangat peka terhadapnya. Hal tersebut dikarenakan, asupan kopi secara teratur pada tubuh dapat mengubah kimia dalam otak.

Berdasarkan fakta lain, minum terlalu banyak kopi juga dapat menimbulkan kegelisahan, jantung berdebar lebih kencang dan panik yang semakin memburuk. Untuk alasan tersebut, para ahli sepakat untuk membatasi asupan kafein pada tubuh, dengan mengkonsumsinya sekitar 400 mg per hari, atau setara dengan 4-5 cangkir (0,95-1,12 liter) kopi.

Karena efeknya dapat bertahan hingga 7 jam pada orang dewasa, kopi juga dapat mengganggu tidur, terutama jika meminumnya di siang hari. Di mana, kafein dapat lebih mudah melewati plasenta dan efek dari kopi itu, dapat bertahan dalam waktu belasan jam lebih lama dari waktu biasanya bagi wanita hamil dan bayinya.

Oleh sebab itu, wanita hamil dianjurkan untuk membatasi asupan kopi menjadi satu hingga dua cangkir per harinya, atau sekitar 240 hingga 480 ml per hari. Dari seluruh fakta tersebut, perlu diingat bahwa minum kopi saat perut kosong, tidak begitu berpengaruh pada frekuensi efek tadi. Meski mitos meminum kopi sebelum makan itu berbahaya, hanya sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan meminumnya dengan perut kosong dapat berbahaya.

Sebaliknya, hal tersebut lebih dimungkinkan jika efek yang muncul, tergantung dari bagaimana kondisi tubuh saat meresponnya. Alhasil, perlu menyesuaikan rutinitas harian dan tubuh dengan minum kopi, utamanya bagi kepentingan tubuh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA