Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Kurangi Gula Sebelum Tidur, Alihkan dengan Makanan Ini

Selasa 14 Jan 2020 07:32 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Tidur

Ilustrasi Tidur

Foto: Republika/Mardiah
Tidak dianjurkan makan gula selama dua jam sebelum tidur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gula menjadi salah satu bahan yang wajib diwaspadai untuk dikonsumsi. Kelebihan banyak gula akan memberikan dampak buruk bagi tubuh. Dilansir di laman The Guardian, Selasa (14/1), kelebihan gula pada tubuh, juga akan mengacaukan kualitas tidur. 

Baca Juga

Ahli diet Anna Hardman memberikan secercah harapan untuk menghancurkan keinginan dan nafsu memakan gula. Makanan berserat seperti roti gandum dan kentang, dapat membantu mengendalikannya. 

"Mereka melepaskan gula dalam periode yang jauh lebih lama," kata dia. 

Makanan tinggi triptofan juga direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas tidur.  Ini termasuk  kacang-kacangan, biji-bijian dan unggas.

Makanan dengan karbohidrat yang merangsang tidur dan protein juga bisa menjadi alternatif. Sebab, tryptophan membantu membuat neurotransmitter serotonin, yang dikenal sebagai 'hormon bahagia. 

"Salah satu hal yang dilakukannya adalah mempersiapkanmu untuk tidur," kata Evans.

Sumber triptofan yang baik, kata dia, adalah keju cottage dan kalkun. Tumbuhan tertentu yang juga memiliki efek mengantuk, misalnya selada, bisa dikonsumsi. 

"Sandwich kalkun dan selada pada roti gandum akan memberi Anda karbohidrat lepas lambat dari roti, triptofan dari kalkun, menghasilkan serotonin Anda, dan efek soporific dari selada," jelas dia. 

Sementata Watt merekomendasikan makan dengan baik sepanjang hari. Hal itu diimulai dengan banyak protein untuk sarapan, untuk menangkal kadar gula darah yang berfluktuasi.

"Semakin sedikit Anda mengandalkan gula dan kafein untuk menopang Anda sepanjang hari, semakin banyak Anda bisa masuk ke pola tidur yang sehat di malam hari," katanya.

Seorang peneliti dalam pola tidur, Dr Paul Kelley menerima fakta mengenai hubungan antara asupan gula tinggi dan tidur yang terganggu. Namun, dipelrukan lebih banyak data sebelum kita sepenuhnya memahami hubungan sebab akibat ini. 

"Tidur yang buruk dan makan gula dan makanan berlemak memang berjalan seiring, tetapi ada bukti di kedua sisi tentang ke mana arahnya. Apakah makan hal-hal manis membuat Anda kurang tidur atau kurang tidur membuat Anda makan hal-hal manis?," kata dia. 

Kelley mengatakan, rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur malam. Jika  kurang dari itu, maka orang dewasa akan mencari dorongan energi jangka pendek. Kombinasi dari diet yang buruk dan kurang tidur akan merusak kesehatan.

"Kita memiliki masalah besar dengan tidur dan masalah besar dengan makanan, dan mereka berinteraksi," kata Kelley.

Menururnya, makanan manis cenderung mengganggu tidur.  Aturan praktisnya adalah kita tidak boleh makan dalam dua jam sebelum tidur. Dia merekomendasikan untuk menghindari kafein dan mematikan TV satu jam sebelum tidur.

"Ada dorongan biokimia nyata untuk makan lebih banyak gula. Tubuh mengakui bahwa sumber dayanya rendah, dan Anda perlu sesuatu yang bertindak sebagai penopang," kata Watts. 

Makan berlebihan, kata dia, terutama makan makanan manis bisa menjadi tanda kesepian. Ketika kita tidak memiliki cukup sukacita dalam hidup, kita cenderung beralih ke hal-hal yang dapat menopang kita, dan gula adalah salah satunya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA