Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Mona Ratuliu Bentuk Karakter Anak dengan Beragam Cara

Senin 13 Jan 2020 22:09 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Mona Ratuliu menggunakan setiap kesempatan untuk membentuk karakter anak.

Mona Ratuliu menggunakan setiap kesempatan untuk membentuk karakter anak.

Foto: Republika/Desy Susilawati
Mona Ratuliu menggunakan setiap kesempatan untuk membentuk karakter anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris sinetron dan presenter Mona Ratuliu mengatakan, setiap kegiatan yang dilakukan anak bisa menjadi pintu masuk bagi orang tua mengenalkan karakter-karakter baik. Ia mengeksplorasi berbagai aktivitas anak, dari hal sederhana, seperti aktivitas di rumah hingga luar rumah, untuk menanamkan perilaku positif.

Baca Juga

Mona mencontohkan, ketika anak menumpahkan air, orang tua sebaiknya menahan diri agar tak memarahi. Sebaliknya, gunakan insiden itu untuk menumbuhkan sikap bertanggung jawab.

"Kalau zaman dulu, mungkin ortu ngomel. Kalau sekarang, dari hasil baca buku, cari ilmu, bukan ngomel, melainkan bimbing. Apa yang harus dilakukan, misalnya Bunda bantuin angkat pecahannya, anak bantu ambil air," kata Mona di sela acara Biskuat Academy 2019 di Jakarta.

Kegiatan olahraga, menurut Mona, juga menyediakan banyak kesempatan bagi ayah dan ibu mengasah karakter anak. Orang tua bisa memotivasi anak agar tak gampang menyerah.

"Tadi Bunda lihat kamu tidak gampang menyerah. Saat bermain bola juga bukan cuma fisik lho, ibu-ibu. Anak mengumpulkan ragam informasi, mengatur posisi biar gol, informasi yang diterima mereka olah sedemikian rupa supaya mencapai tujuan anak," ujarnya.

Itu semua, menurut Mona, bisa didiskusikan di rumah. Topiknya tidak hanya soal menang dan kalah. Bukan hanya kritik-kritik yang dikemukanan kepada anak, melainkan banyak hal.

"Tanya kepada anak apa saja yang dia rasakan, termasuk memberikan pujian tentang usaha dan kerja sama anak dengan timnya," ungkap Mona.

Dengan berlatih olahraga secara berkelompok, menurut Mona, anak juga mendapat pengalaman berkenalan dengan teman baru, pelatih, dan lainnya. Dari situ, mereka dapat menumbuhkan karkater baik.

Sebagai seorang ibu, ia juga melihat program Biskuat Academy 2019 sangat positif untuk anak Indonesia. Tidak hanya berfokus pada kompetisi, Biskuat Academy 2019 sangat memperhatikan aspek pembinaan karakter dan mendorong anak Indonesia menjadi generasi kuat di masa depan.

Dengan membangun karakter diri yang baik sejak dini, ia yakin Biskuat Academy dapat membantu menentukan kesuksesan anak di masa depan. Maggie Effendy, Head of Biscuit Mondelez Indonesia menjelaskan, untuk mendorong ‘Kekuatan yang Baik dari Dalam’, Biskuat Academy 2019 memiliki coaching clinic yang dipandu oleh pemain bola professional di setiap kota.

"Hal itu guna memberikan pengarahan terkait pembentukan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi pemain bola yang andal, seperti sportivitas, kerja sama tim, dan pantang menyerah," kata dia.

Selain itu, Biskuat Academy 2019 pun menyelenggarakan workshop khusus yang akan dipandu oleh pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri. Workshop ini diadakan untuk para pelatih dan peserta sebelum pertandingan final dan bertujuan untuk membahas lebih dalam cara pembangunan karakter bagi anak serta strategi dalam sepakbola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA