Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Apa Itu Diabetes Tipe 1,5?

Senin 13 Jan 2020 18:30 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Reiny Dwinanda

Penyakit Diabetes 1.5 kerap salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.

Penyakit Diabetes 1.5 kerap salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.

Foto: Blue Diamond Gallery
Selain diabetes tipe 1 dan 2, ada juga diabetes tipe 1,5.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa tipe diabetes umum terjadi, seperti  tipe 1, tipe 2, diabetes kehamilan, dan pra diabetes. Sementara itu, diabetes tipe 1,5 angka kejadiannya lebih jarang sehingga sering salah didiagnosis.

Dilansir laman Times Now News, diabetes telah mencapai tingkat epidemi di seluruh dunia. Tipe yang paling umum, yakni tipe 2, merupakan kondisi gaya hidup. Sedangkan, diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun.

Jenis diabetes umum lainnya adalah diabetes gestasional, yakni ketika gula darah meningkat selama kehamilan. Lantas, pra diabetes merupakan suatu kondisi yang mendahului diabetes ketika kadar gula darah sangat tinggi.

Lalu, bagaimana dengan diabetes tipe 1,5? Ini adalah diabetes yang berada di tengah antara tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1.5 juga disebut diabetes laten autoimun pada orang dewasa (LADA).

Diabetes tipe 1.5 dimulai pada usia dewasa, seperti diabetes tipe 2. Namun, tak seperti tipe 2, diabetes tipe 1,5 tidak dapat dibalik dengan perubahan gaya hidup dan pola konsumsi.

Penyebab diabetes tipe 1.5 ini adalah kerusakan yang terjadi pada pankreas dari antibodi yang bekerja melawan sel-sel yang memproduksi insulin. Seperti disebutkan dalam penelitian baru-baru ini, faktor genetik juga mungkin terlibat.

Baca Juga

Pada diabetes tipe 1.5, sel-sel beta tubuh berhenti berfungsi lebih cepat dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Namun demikian, tipe 1,5 ini kerap salah didiagnosis sebagai tipe 2.

Kesalahan diagnosis terjadi akibat gejala dan kondisi diabetes 1,5 hampir sama dengan tipe 2. Padahal, faktor risikonya amat berbeda.

Risiko diabetes tipe 2 ditentukan oleh berat badan yang tidak sehat, tingginya indeks massa tubuh, gaya hidup tidak aktif, dan diet tidak sehat. Jadi, apabila Anda tidak gemuk, memiliki gaya hidup sehat, dan kebiasaan diet yang sehat, tapi mengalami diabetes, itu kemungkinan besar adalah tipe 1,5.

Dilansir Medical Xpress, suatu tim peneliti lintas institusi yang dipimpin oleh Children's Hospital of Philadelphia (CHOP) AS telah menemukan ciri khas genetik yang dapat membantu membedakan bentuk diabetes dewasa dengan berbagai karakteristik diabetes tipe 1 (T1D) dari T1D onset masa kanak-kanak. Temuan yang dipublikasikan di Diabetes Care pada Desember 2019 itu membawa angin segar untuk meminimalisir salah diagnosis pada penyandang diabetes.

"Ini adalah wawasan pertama kami tentang perbedaan genetik antara diabetes autoimun laten pada orang dewasa dan T1D pada anak-anak yang mungkin berguna secara diagnostik," kata pemimpin studi Struan Grant PhD. Co-Director Center for Spatial and Functional Genomics di CHOP dan Daniel B Burke selaku ketua Penelitian Diabetes.

"Kami telah menemukan cara genetik untuk membedakan antara kedua kondisi tanpa skrining anti-autobody yang mahal dan rumit."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA