Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Cara Berpakaian yang Harus Diketahui Turis di Chechnya

Senin 13 Jan 2020 00:55 WIB

Rep: Muhyiddin / Red: Ratna Puspita

Masjid Akhmad Kadyrov di Grozny, Republik Chechnya.

Masjid Akhmad Kadyrov di Grozny, Republik Chechnya.

Foto: EPA/KAZBEK VAKHAYEV
Penduduk Chechnya dikenal taat dalam mengamalkan ajaran Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia yang berencana bepergian ke luar negeri untuk tujuan wisata tidak hanya perlu mengetahui karakteristik dan pemandangan negara yang dituju, tetapi juga harus mengetahui apa yang bisa dan tak bisa dilakukan di negara tersebut. Jika Anda berencana untuk berwisata ke Chechnya maka Anda perlu mengetahui beberapa aturan di negara bagian Rusia tersebut. 

Baca Juga

Baru-baru ini, telah dirilis sebuah memo tentang cara berpakaian dan berperilaku untuk Turis di Chechnya. Memo tersebut mungkin terasa aneh bagi warga Rusia yang ingin berwisata ke Chechnya mengingat bahwa negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut masih merupakan bagian dari Rusia. 

"Rasanya agak aneh mengingat fakta bahwa kita adalah satu negara. Tapi, di atas semua itu, memo ini disusun tidak hanya untuk orang Rusia, tetapi juga untuk turis asing, dan jumlah itu bertambah setiap tahun," dikutip dari dari situs Rusia, vestnikkavkaza, Ahad (12/1). 

Bagaimana cara turis berpakaian di Chechnya? 

Chechnya cukup demokratis dalam hal pakaian. Anda bisa bertemu orang-orang yang berpakaian sesuai ajaran Islam, dan yang mengenakan pakaian modis seperti anak muda. Namun, tidak disarankan bagi wanita untuk mengenakan rok pendek, membiarkan leher terlalu terbuka, bercelana pendek, dan hal-hal lainnya yang dapat menarik perhatian laki-laki. 

Turis perempuan lebih baik memakai syal dan mengenakan celana panjang dan jins. Sedangkan turis laki-laki disarankan tidak mengenakan celana pendek dan T-shirt, tetapi bisa mengenakan celana panjang, celana jins dan kemeja dengan lengan panjang. Memo tentang cara berpakaian tersebut dibuat agar wisatawan merasa lebih nyaman ketika mengunjungi Chechnya.

Selain itu, Warga Rusia atau turis dari negara lain juga harus lebih memperhatikan perilaku yang tidak disukai warga Chechnya. Misalnya, dalam hal menyapa orang Chechnya.

Berjabat tangan atau berpelukan saat bertemu dengan wanita tidak bisa diterima di Chechnya. Anda hanya bisa menyapa mereka dengan kata sapaan saja, sedangkan menyentuh wanita Chechnya dianggap sebagai penghinaan. Apalagi, jika sampai menggoda dan melakukan hal yang tidak senonoh.

Untuk menghindari kesalahpahaman, wisatawan sebaiknya menghindari perhatian yang berlebihan pada perempuan Chechnya. Jika turis membawa pasangannya, disarankan untuk tidak bermesraan dan berciuman di depan umum. Karena, penduduk Chechnya dikenal taat dalam mengamalkan ajaran Islam. 

Melarang membawa dan minum alkohol

Alkohol di Chechnya hanya dijual di beberapa jaringan supermarket mulai pukul 08.00-10.00 waktu setempat. Presiden Muslim Chechnya Ramzan Kadyrov melarang turis meminum alkohol di tempat umum, bahkan jika botol minuman haram tersebut disembunyikan di dalam tas pun dilarang.

Jika melanggar hal itu, wisatawan mungkin akan dikenakan denda atau dipenjara selama 15 hari, dan kemudian dipaksa keluar dari Republik Chechnya.  

Selain itu, perempuan tidak merokok di Chechnya. Jika Anda tidak dapat menahan kecanduan Anda, maka bisa mencari tempat di mana tidak ada yang akan melihat Anda.

Sedangkan, kaum pria diizinkan merokok, tetapi ketika Anda melihat orang tua, lebih baik menyembunyikan rokok Anda ke belakang.  Namun, akan lebih baik jika Anda tidak merokok selama berwisata di Chechnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA