Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Ini Jumlah Waktu Layar Ideal untuk Balita dan Anak-Anak

Jumat 27 Des 2019 06:25 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Memasuki masa liburan, orang tua semakin sukar membatasi waktu layar untuk balita dan anak-anak. Ilustrasi

Memasuki masa liburan, orang tua semakin sukar membatasi waktu layar untuk balita dan anak-anak. Ilustrasi

Foto: Telegraph
Orang tua semakin sukar membatasi waktu layar untuk balita dan anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki masa liburan, orang tua semakin sukar membatasi waktu layar untuk balita dan anak-anak. Ayah dan ibu perlu memberikan pengertian serta pengalihan agar frekuensi menonton televisi atau akses gawai anak tidak berlebihan.

Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) rilisan April 2019, anak di bawah dua tahun sebaiknya tidak dibiarkan menonton TV atau mengakses gawai sendirian. Rekomendasi waktu layar anak berusia dua sampai empat tahun hanya kurang dari satu jam.

Pakar dari Royal College of Pediatrics and Child Health di Inggris pun mengungkap dampak negatif waktu layar yang berlebihan. Beberapa efek buruknya yakni gaya hidup pasif dan penyakit terkait obesitas. Tidak heran kondisi itu membuat para orang tua cemas.

Studi yang digagas para periset asal Kanada mengungkap temuan bahwa waktu layar berlebihan membuat anak-anak tumbuh dengan kesulitan mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa. Penelitian itu sudah terbit dalam jurnal JAMA Pediatrics pada Januari 2019.

Hasilnya menunjukkan, rata-rata anak dua tahun yang menjadi peserta penelitian menghabiskan waktu layar 17 jam sepekan. Rata-rata anak usia tiga tahun 25 jam sepekan dan anak lima tahun 11 jam sepekan karena mulai masuk ke taman kanak-kanak.

Artinya waktu mengakses layar seperti TV, komputer, tablet, perangkat gim, atau lainnya bisa ditekan dengan mengalihkan anak melakoni aktivitas lain. Ini penting karena studi lain oleh Universitas Oxford meninjau pula efek akses gawai berlebihan terhadap kualitas tidur anak.
 
Orang tua perlu tegas menetapkan aturan dan ikut disiplin melakukannya. Pastikan tidak ada ponsel di tempat tidur atau waktu makan. Sibukkan anak dengan permainan bebas gawai yang menyenangkan atau berjalan-jalan ke taman bersama keluarga dan teman.

Gawai tidak perlu sepenuhnya disingkirkan. Bagaimanapun, tayangan televisi dan internet masih berguna untuk edukasi. Anak bisa membaca buku elektronik, mendengarkan podcast, belajar bahasa, dan melihat dunia luas, dikutip dari laman Made for Mums.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA