Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Mendengarkan Musik Kembalikan Memori Lansia

Jumat 27 Dec 2019 01:29 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Mendengarkan musik yang familiar bisa mengembalikan ingatan lansia. Foto lansia. Ilustrasi

Mendengarkan musik yang familiar bisa mengembalikan ingatan lansia. Foto lansia. Ilustrasi

Foto: Sciencealert
Hanya mendengarkan suara yang dikenal akan membangkitkan memori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengarkan musik yang familiar dapat membantu memori muncul kembali pada lansia yang mengalami pikun atau demensia. Karena hubungan keterkaitan yang sangat erat antara sistem memori di otak dan pendengaran, hanya mendengarkan suara yang dikenal akan membangkitkan memori.

Menurut Nina Kraus, peneliti dan ilmuwan saraf Laboratorium Neuroscience Auditory di Universitas Northwestern, suara berevolusi dalam waktu yang sangat lama dan berakar dalam pada sistem saraf.

"Kenangan yang kita buat, koneksi suara ke makna yang kita miliki dan yang kita buat sepanjang hidup kita, selalu ada. Ini masalah bagaimana mengaksesnya," ujar Kraus dilansir di NPR.org, Kamis (26/12).

Musik melibatkan bagaimana kita berpikir, merasakan, mengingat dan bergerak dengan suara, sehingga sangat umum, musik membangkitkan ingatan yang telah hilang. Kekuatan terapeutik musik ditawarkan sebagai pengobatan kepada pasien demensia di banyak tempat. Dan itu adalah subjek dari bidang penelitian yang berkembang.

Salah satu peneliti yang meneliti peran musik di otak adalah Maria Chait dari University College London Ear Institute, yang memimpin sebuah penelitian kecil yang mengamati respons otak terhadap lagu-lagu yang akrab dan tidak asing. Tujuan dari penelitian ini, yang diterbitkan pada bulan Oktober 2019, adalah untuk mengukur seberapa cepat otak dapat merespon musik yang akrab dan bermakna.

Chait menemukan bahwa respons terhadap lagu-lagu yang sudah dikenalnya terjadi jauh lebih cepat dan jauh lebih kuat daripada respons terhadap lagu-lagu yang asing. Dan tanggapan muncul dengan sangat cepat, dalam sepertiga detik, atau 300 milidetik.

"Hasil kami mengkonfirmasi bahwa memori untuk musik memiliki pegangan yang dalam atas kami dan dipertahankan di otak dengan sangat kuat," kata Chait.

Dia mengatakan ini dapat menjelaskan mengapa pasien dengan demensia merespons musik. Selama lebih dari satu dekade, para peneliti telah menemukan bukti hubungan antara musik dan memori. 

Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada 2009 menemukan bahwa mendengarkan musik membantu orang mengakses ingatan autobiografis dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan penelitian kecil telah mulai menunjukkan bahwa musik dapat digunakan secara terapi dengan pasien demensia untuk membantu dengan kognisi, perilaku dan suasana hati. Para peneliti telah menemukan terapi musik dapat meningkatkan memori dan gejala kejiwaan, sehingga dapat mengurangi jatuh, mengurangi kunjungan ke UGD, dan mengurangi kebutuhan obat-obatan psikotropika.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA