Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Pekerjaan Menggunung, Tapi Kok Gaji Terbendung?

Ahad 15 Dec 2019 09:17 WIB

Red: Budi Raharjo

Mengeluhkan pekerjaan. Ilustrasi.

Mengeluhkan pekerjaan. Ilustrasi.

Foto: Metro
Buatlah perencanaan karier yang matang dan strategi jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, Lulus kuliah pada 2014, Aji Chandra (27 tahun) mengawali langkahnya di dunia kerja. Ia merantau ke Jakarta dari Bandung dan mendapat gaji pertama kali di angka Rp 4 jutaan. Bagi karyawan di sebuah stasiun televisi swasta itu, angka tersebut lumayan untuk seorang yang belum berkeluarga. Akan tetapi, jika sudah berkeluarga, angka itu sudah tidak relevan.

Apabila mengingat lama waktu kerja, tentu ia berharap kenaikan gaji. Tetapi, harapan hanya tinggal harapan. Gaji yang diterimanya memang sudah naik sejak ia mengawali karier, tetapi dirasanya tetap pas-pasan untuk kebutuhan keluarga.

Sebenarnya, ia pernah pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Niatnya, tentu mencari yang sekiranya mungkin lebih baik, dari segi kenyamanan maupun tunjangan gaji. Lagi-lagi, Aji merasa gaji yang diterimanya sama saja. "Niat cari perusahaan lain lagi juga ada, tapi gimanaya kadang susah, jadi bertahan saja," ungkapnya.

Saat ini, Aji merasa banyak tuntutan dalam pekerjaan. Namun, ini tidak dianggap masalah besar oleh Aji. Dia hanya berstrategi agar pintar-pintar mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga.

"Sebenarnya banyak kerjaan nggak masalah, cuma ya dijalani dan sewajarnya saja, kalau kita sakit apalagi sampai meninggal, kantor mah tinggal cari karyawan lagi, kalau keluarga kan sedih. Jadi, pintar bagi waktu saja," kata ayah satu anak itu.

Lain halnya dengan Indra Permadi (29) yang mengaku cukup puas dengan gaji yang diterima saat ini. Sempat mengawali karier di sebuah perusahaan mul tinasional, kini ia mantap berkarier di dunia perbankan.

Meski begitu, Indra tidak memungkiri gaji yang diterima tetap pas-pasan untuk kebutuhan keluarga. "Pas-pasan iya karena ada cicilan juga, tapi kalau dibanding kantor sebelumnya lebih puas yang sekarang dan jenjang kariernya juga lebih jelas dan kenaikan gajinya sering," kata dia.

Urusan banyak atau tidaknya pekerjaan yang dibebankan, menurut Indra, tidak masalah selama upah yang diberikan juga sesuai. Pada awal merintis karier, ia merasa memang tuntutan lebih tinggi dibandingkan gaji yang diterima.

Tetapi, hasil kerja kerasnya bisa terasa saat ini. Hal itu karena ia juga mencoba bersabar lantaran mengetahui kejelasan kenaikan gaji dan jenjang karier ke depannya

Bukan tidak pernah terpikir untuk mencari pekerjaan lain, tetapi Indra saat ini ingin fokus mencari beasiswa terlebih dulu untuk melanjutkan kuliah S-2. Ini karena di perusahaan tempat ia bekerja, ijazah juga menentukan pangkat. "Soal pindah kerja ada, tapi lebih karena agama yang melarang di bank karena ada yang tidak sesuai syariat atau riba. Cuma, saat ini dijalani dulu," ujar dia.

Saat ini, pangkatnya juga sudah dinaikkan dari staf biasa.Tuntutan yang ia dapatkan memang lebih banyak, sampai menjadikannya sulit untuk mengambil cuti. Akan tetapi, semuanya tetap disyukuri karena ia berpikir semua rezeki sudah diatur. "Yang terpenting, sudah berusaha dan tawakal," ujarnya. (gumanti awaliyah/santi sopia, ed: endah hapsari)

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA