Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

KaPeKA Dorong Bandung Jadi Daerah Wisata Sepeda

Sabtu 14 Dec 2019 16:21 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Komunitas Persaudaraan Kereta Angin (KaPeKA) Bandung

Komunitas Persaudaraan Kereta Angin (KaPeKA) Bandung

Foto: Sandy Ferdiana
Jalur sepeda harus bebas dari kendaraan bermotor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Dorongan menjadikan Bandung sebagai daerah wisata sepeda banyak bermunculan dari sejumlah komunitas pesepeda di Bandung. Komunitas Persaudaraan Kereta Angin (KaPeKA) Bandung menjadi salah satu kelompok yang mendorong Pemprov Jabar menjadikan Bandung raya sebagai daerah wisata sepeda.

photo
Pengurus KaPeKA Bandung H Bambang Setiadi SH

Pengurus KaPeKA Bandung H Bambang Setiadi SH mengatakan, minat masyarakat Bandung dalam bersepeda tidak bisa lagi dibendung. Menurut dia, ratusan ribu pesepeda tumpah ke jalanan di Kota dan Kabupaten Bandung setiap hari libur.

Kata dia, sudah saatnya Pemprov Jabar menangkap kondisi tersebut sebagai potensi untuk memperkuat dunia wisata di Provinsi Jabar. ‘’Sangat layak Bandung dilabeli sebagai daerah wisata sepeda. Tidak hanya warga Bandung, warga di luar Bandung juga tertarik bersepeda di Bandung,’’ ujar Bambang di sela kegiatan bersepedanya di Kiarapayung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/12).

Bambang menyebutkan, saat ini terdapat ratusan komunitas sepeda di Bandung raya. Keberadaan mereka, tegas dia, sangat positif dalam mengampanyekan pola hidup sehat di masyarakat. Sebab, tutur dia, sepeda merupakan saolah satu alat olah raga yang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pihaknya yakin, dengan banyaknya warga yang gemar bersepeda, maka indeks kesehatan akan meningkat. Tingginya animo masyarakat dalam bersepeda, lanjut Bambang, harus ditindaklanjuti juga dengan penyediaan fasilitas jalur sepeda. Saat ini, imbuh dia, jalur sepeda masih banyak dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

‘’Situasi ini harus diatur agar pesepeda aman dan nyaman. Perlu penegakan hukum pada rute sepeda. Jalur sepeda hanya ditandai dengan garis pembatas,’’ tambah Bambang. Diakui dia, saat ini belum ada komitmen dari pemerintah daerah dalam melindungi pesepeda dan mengamankan jalur sepeda.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA