Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Infeksi Menular Seksual Dinilai jadi Penyebab Umum HIV

Sabtu 14 Des 2019 04:55 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Friska Yolanda

HIV/AIDS (Ilustrasi)

HIV/AIDS (Ilustrasi)

Foto: Flickr
Infeksi menular seksual seperti herpes memudahkan virus HIV masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Infeksi menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tidak aman juga dengan bergonta-ganti pasangan. IMS dinilai menjadi pemicu HIV atau AIDS paling umum saat ini.

“Jika dulu yang berisiko tinggi terkena HIV itu pengguna narkoba suntik dan wanita tuna susila, namun sekarang malahan IMS yang menjadi penyebab paling tinggi dari HIV,” kata Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin RS Universitas Indonesia (RSUI) dr Hanny Nilasari SpKK usai diskusi terkait HIV di RS UI, Depok, kemarin.

Hanny menyatakan bahwa IMS seperti herpes, sifilis, kutil kelamin atau jenis IMS lainnya membuat virus HIV lebih mudah masuk. Ironinya meski kini arus informasi lebih mudah diakses, namun tren edukasi seksual masih belum menggembirakan. Walhasil, jumlah pengidap IMS masih saja tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat, sekitar 1 juta orang di dunia didiagnosa terkena penyakit menular seksual setiap harinya.

“Masih banyak yang memanfaatkan media sosial dan kemudahan informasi ini untuk membuka konten yang tidak baik, seperti gambar-gambar porno atau mengarah ke sana, sehingga banyak orang yang melakukan hubungan seksual tidak sehat. Tapi ini masih dugaan ya, karena saya belum melakukan survey secara khusus terkait ini,” kata Hanny.

Karenanya dia mengimbau agar siapapun yang merasa berisiko terkena IMS atau HIV lantaran sering melakukan hubungan seksual tidak sehat, untuk segera melakukan skrining IMS dan HIV di rumah sakit terdekat. Deteksi dini tentu sangat penting guna memudahkan proses pengobatan.

“Bagi yang reproduksi seksualnya aktif memang harus rutin skrining, paling minimal satu tahun sekali. Tapi jika dia merasa berisiko HIV atau IMS karena sering gonta-ganti pasangan atau sering melakukan hubungan seksual tidak sehat, dia harus segera skrining saat itu juga jangan ditunda-tunda,” jelas dia.

Adapun gejala IMS yang umum terjadi antara lain sakit panggul atau perut bagian bawah, rasa kencing panas, perubahan warna urin dan keluar cairan dari penis pada pria. Dia menyarankan bagi siapapun yang merasakan gejala tersebut untuk segera melakukan konsultasi dan skrining IMS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA