Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Harbolnas 12.12 Volume Pengiriman Paket Melonjak 50 Persen

Jumat 13 Dec 2019 12:55 WIB

Rep: Arie Lukihardiantie/ Red: Christiyaningsih

Harbolnas 12.12 yang diikuti 300 situs belanja daring naikkan volume pengiriman paket. Ilustrasi.

Harbolnas 12.12 yang diikuti 300 situs belanja daring naikkan volume pengiriman paket. Ilustrasi.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Harbolnas 12.12 yang diikuti 300 situs belanja daring naikkan volume pengiriman paket

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Promo hari belanja online nasional (Harbolnas) 12.12 yang diikuti 300 situs belanja daring (online) di Indonesia mengerek volume pengiriman paket. Volume pengiriman paket melonjak hingga 40 sampai 50 persen dari hari biasa.

Menurut Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikan volume paket 2019 diprediksi mencapai 30 sampai 40 persen. "Sejumlah marketplace  menggelar promo bukan hanya 12.12, tapi 9.9, 10.10, dan 11.11. Sejak September sudah terjadi tren peningkatan volume pengiriman paket dan puncaknya 12.12," ujar Eri pada Peresmian Business Lab Sekolah Bisnis dan Managemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (12/12).

Eri mengatakan tren kenaikan pengiriman paket sudah terjadi sejak September lalu. Lalu lintas pengiriman paket 60 persennya berada di Pulau Jawa. Sisanya 40 persen di luar Pulau Jawa dan dari Pulau Jawa ke luar Jawa serta sebaliknya.

"Tren pengiriman paket di luar Pulau Jawa dan antara Pulau Jawa dengan luar Jawa terus meningkat. Akan tetapi, yang terbesar tetap di Pulau Jawa," katanya.

Selain promo Harbolnas, peningkatan volume pengiriman paket juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang sedang mempersiapkan Natal dan Tahun Baru. Namun, faktor Harbornas jauh lebih dominan.

Untuk mempersiapkan lonjakan volume paket tersebut, biasanya tiga sampai empat hari sebelum periode Harbolnas penyedia jasa ekspedisi melakukan pertemuan dengan marketplace. JNE juga memperkuat armada dan teknologi informasi (TI) guna menunjang operasional pengiriman paket.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA