Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Studi: Dua Obat Alzheimer Bisa Hambat Penuaan

Jumat 13 Dec 2019 01:03 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah / Red: Gita Amanda

Para peneliti dari Amerika Serikat telah menemukan dua obat eksperimental penyakit Alzheimer mampu meningkatkan daya ingat. Foto seorang penderita alzheimer, (ilustrasi).

Para peneliti dari Amerika Serikat telah menemukan dua obat eksperimental penyakit Alzheimer mampu meningkatkan daya ingat. Foto seorang penderita alzheimer, (ilustrasi).

Foto: Boldsky
Dua obat bisa membantu meningkatkan daya ingat dan memperlambat degenerasi sel otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru ini, para peneliti dari Amerika Serikat telah menemukan bahwa dua obat eksperimental penyakit Alzheimer, yang dikenal sebagai CMS121 dan J147, bisa membantu meningkatkan daya ingat dan memperlambat degenerasi sel-sel otak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal eLife ini menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut mungkin berguna untuk mengobati hal lain, termasuk menghambat penuaan. "Studi ini lebih lanjut memvalidasi kedua senyawa ini tidak hanya sebagai kandidat obat Alzheimer, tetapi juga berpotensi lebih bermanfaat untuk efek anti-penuaan mereka," kata penulis studi, Pamela Maher, seorang ilmuwan staf senior di The Salk Institute for Biological Studies di Amerika.

Dilansir dari Times Now News, Kamis (12/12) dijelaskan dalam studi baru ini, para peneliti bereksperimen menggunakan tikus yang usianya masih muda. Sebagian dari tikus-tikus ini diberi CMS121 atau J147 yang dimulai pada usia sembilan bulan, setara dengan usia paruh baya pada manusia.

Setelah empat bulan, tim menguji memori dan perilaku hewan dan menganalisis penanda genetik dan molekuler di otak mereka. Peneliti juga melakukan tes memori terhadap tikus yang belum menerima pengobatan.

Secara khusus, ekspresi gen yang terkait dengan struktur penghasil energi sel yang disebut mitokondria dipertahankan oleh CMS121 dan J147 dengan penuaan. "Intinya adalah kedua senyawa ini mencegah perubahan molekuler yang terkait dengan penuaan," kata Maher.

Eksperimen yang lebih terperinci menunjukkan bahwa kedua obat tersebut memengaruhi mitokondria dengan meningkatkan kadar kimia asetil-koenzim A (asetil-koA).

Penyakit alzheimer adalah penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara serta perubahan perilaku secara bertahap. Usia tua adalah faktor risiko terbesar untuk penyakit Alzheimer dan di atas usia 65, risiko seseorang terkena penyakit ini berlipat dua setiap lima tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA