Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Dunia Mode Upayakan Penggunaan Polybag Berkelanjutan

Kamis 12 Dec 2019 07:59 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Belanja fesyen. Fashion for Good meluncurkan The Circular Polybag Pilot sebagai skema percontohan dalam memproduksi polybag baru dari polybag bekas kantong belanja konsumennya.

Belanja fesyen. Fashion for Good meluncurkan The Circular Polybag Pilot sebagai skema percontohan dalam memproduksi polybag baru dari polybag bekas kantong belanja konsumennya.

Foto: Aprillio Akbar/Antara
Sejumlah jenama ternama upayakan penggunaan polybag berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES— Sebuah platform fesyen berkelanjutan, Fashion for Good mengungkapkan ada sekitar 180 miliar polybag diproduksi setiap tahun untuk menyimpan, mengangkut, dan melindungi barang-barang fesyen, dengan kurang dari 15 persen yang beredar dikumpulkan untuk didaur ulang.

Kantong plastik mendapat kecaman dari para pengecer fesyen yang ingin menjalankan upaya keberlanjutan baru-baru ini. Aldo Group, salah satunya, mengumumkan rencana untuk meniadakan sepenuhnya pemakaian tas belanja sekali pakai.

Kantong plastik akan digantikan dengan kotak sepatu yang terbuat dari kardus daur ulang. Jenama fesyen Jepang, Muji, juga memungut biaya untuk kantong yang dapat dipakai berulang di toko-toko Amerika Serikat (AS). Raksasa ritel Spanyol Inditex yang memiliki Zara, Pull & Bear, Massimo Dutti, Bershka, Stradivarius, Oysho, Zara Home dan Uterqie telah berjanji menghilangkan penggunaan kantong plastik di seluruh portofolio mereknya pada 2020.

Fashion for Good dengan beberapa merek utama, termasuk Adidas, C&A, Kering, Otto Group, dan PVH Corp, telah meluncurkan The Circular Polybag Pilot. Skema percontohan akan berjalan sekitar tiga hingga lima bulan dari awal 2020.

Proyek ini melibatkan penggunaan limbah polybag yang sudah digunakan konsumen untuk membuat polybag baru dengan bantuan teknologi yang dipatenkan dari perusahaan berbasis di Spanyol, Cadel Deinking. Teknologi tersebut menghasilkan low density plyethylene (LDPE) berkualitas tinggi dari limbah polybag.

Baca Juga

Pada gilirannya, limbah tadi dapat digunakan untuk memproduksi polybag baru. Fashion for Good mendukung uji coba ini dengan memasok dalam jumlah besar limbah polybag yang sudah digunakan konsumen. Nantinya, polybag bekas itu akan diubah menjadi pelet dan polybag baru yang akan dintegrasikan oleh mitra ke dalam rantai pasokan.

“Kami senang menjadi bagian dari Circular Polybag Pilot dan mencari solusi berkelanjutan bersama dengan perusahaan lain serta mitra kuat dalam industri pakaian,” ujar Kepala Layanan Grup di Otto Grup, Stefan Krantz seperti yang dilansir dari Malay Mail, Kamis (12/12)

“Kami hanya dapat membuat perbedaan nyata dan memberikan kontribusi besar bagi keberlanjutan dengan model sirkular tertutup yang menghemat sumber daya,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA