Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Kapan Harus Cek Kadar Kolesterol?

Selasa 10 Dec 2019 18:05 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Jika didiamkan, kadar kolesterol yang melampaui batas bisa menjadi satu kesalahan (Ilustrasi)

Jika didiamkan, kadar kolesterol yang melampaui batas bisa menjadi satu kesalahan (Ilustrasi)

Foto: Newstoday
Jika didiamkan, kadar kolesterol yang melampaui batas bisa menjadi satu kesalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolesterol tinggi dikaitkan dengan masalah kesehatan yang serius. Jika kita diamkan dan tak mengkhawatirkan seiring dengan bertambahnya usia, maka itu menjadi kesalahan yang kita buat.

Kolesterol seharusnya ada di radar setiap orang. Dilansir di laman Huffingpost, Selasa (10/12), para ilmuwan mengatakan seseorang berusia 25 tahun harus memeriksakan kadar kolesterolnya. Pemeriksaan tersebut dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurut Kepala Pelayanan Kesehatan untuk Amal Kolesterol Nasional, dari Heart UK, Chris Allen, diprioritaskan orang yang berusia 40 tahun hingga 74 tahun harus melibatkan pemeriksaan kolesterol. Saat ini, orang-orang di bawah 40 hanya memeriksa kadar mereka ketika mereka pergi untuk tes darah, biasanya sebagai akibat dari penyakit.

Jika Anda khawatir tentang riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau masalah jantung, Anda dapat meminta untuk melakukan tes darah melalui dokter umum Anda. Anda tidak perlu menunggu sampai Anda berusia 40 tahun untuk memeriksanya.

Baca Juga

"Kami perlu tahu apakah FH memengaruhi Anda dan memperlakukan Anda sedini mungkin,” kata Allen.

Perawat jantung senior di British Heart Foundation (BHF), Barbara Kobson, mengatakan, salah satu argumen untuk menguji orang sebelumnya adalah bahwa penyumbatan arteri dapat dicegah. Diperlukan bertahun-tahun untuk arteri mengembang sebagai respons terhadap tingkat 'buruk' yang tinggi kolesterol.

"Jika orang yang semuda 25 tahun diperiksa kadar kolesterolnya tinggi, mereka dapat memulai pengobatan dan faktor risiko lain dapat ditangani oleh dokter umum mereka," kata Kobson.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA