Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Green Product Kian Diminati Masyarakat Indonesia

Senin 09 Des 2019 19:28 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nora Azizah

Green Product kian diminati masyarakat Indonesia (Ilustrasi)

Green Product kian diminati masyarakat Indonesia (Ilustrasi)

Foto: Picserver
Produk hijau atau produk ramah lingkungan akan menjadi salah satu tren pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dalam tiga tahun terakhir, pasar produk hijau (green product) di Indonesia tumbuh hingga lebih dari dua kali lipat. Menurut Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), Aman Suparman, pada periode tersebut sejumlah pelaku usaha produk hijau mencatat peningkatan omzet dari Rp 800 juta menjadi Rp 2 miliar.

Baca Juga

Aman menilai, produk hijau akan menjadi salah satu tren pada 2020. Tren beralih ke produk ramah lingkungan diprediksi akan terus berkembang di kalanga masyarakat.

"Ada tiga hal yang akan menjadi tren tahun depan. Ekonomi digital, ekonomi syariah atau halal, dan ekonomi hijau atau green economy," ujar Aman pada West Java Green Festival 2019 dan Closing Project Asian Cleantech MSME Financing Network (ACMFN) di El Royal Hotel, Senin (9/12).

Aman menjelaskan, terus meningkatnya pasar ekonomi hijau di Indonesia karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup. Di pasar global, tren produk hijau sudah terjadi sejak lama dan berlangsung lebih masif.

"Konsep ekonomi hijau bukan hanya diadopsi sektor makanan dan minuman. Industri kendaraan bermotor pun menerapkan konsep ekonomi hijau melalui mobil listrik," kata Aman.

Untuk membuat gerakan hijau di Indonesia semakin masif, kata dia, diperlukan dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi yang konsisten. Misalnya, larangan penggunaan kantong plastik dan sedotan plastik tanpa toleransi.

"Kalau diberikan toleransi seperti sekarang, akibatnya hanya hangat di awal. Lama-lama, masyarakat kembali pada kebiasaan sebelumnya," katanya.

Aman mencontohkan, larangan penggunaan kemasan sterofoam untuk makanan. Pada awal kemunculan regulasi tersebut, sterofoam sudah diganti kemasan lain. Akan tetapi, karena tidak ada penegakan aturan yang tegas, akhirnya penjual makanan kembali menggunakan sterofoam.

"Yang diperlukan adalah konsistensi. Dengan bantuan regulasi yang konsisten, tren produk hijau akan semakin pesat dan dampaknya terhadap lingkungan akan semakin baik," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA