Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Malaysia Serius Fokus Kembangkan Pariwisata Ramah Muslim

Senin 09 Des 2019 11:40 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Potensi pariwisata halal di Malaysia cukup besar.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA – Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Mohamaddin Ketapi, menginginkan negaranya secara aktif mengembangkan konsep pariwisata ramah Muslim. 

Baca Juga

Dengan konsep ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan Muslim ke negara tersebut. Datuk Mohamaddin Ketapi juga menyebut pariwisata halal dan ramah Muslim memiliki potensi yang besar. Konsep ini ke depannya dapat menjadi game changer di industri pariwisata dunia.

"Konsep ini akan menghasilkan pendapatan yang menguntungkan dan menciptakan peluang kerja serta bisnis bagi penduduk setempat," ucap Datuk Mohamaddin Ketapi dikutip di Bernama, Senin (9/12).

Dia menyebut pariwisata halal global dan ramah Muslim diperkirakan bernilai lebih dari 220 miliar dolar AS atau setara Rp 3.000 triliun pada 2020. Hal ini disampaikan saat peluncuran acara Karnaval Ramah Muslim Internasional (IMFC) 2019.  

Acara yang berlangsung selama lima hari (6-10/12) ini dihadiri lebih dari 1.000 pejabat pemerintah dan pelaku industri. Kegiatan diselenggarakan bersama antara pemerintah federal Malaysia dan negara bagian.  

Meski Malaysia masih meraih peringkat teratas dalam Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index selama sembilan tahun berturut-turut sebagai tujuan wisata halal utama dunia, Mohamaddin menyebut Malaysia masih perlu menggandakan upaya yang dilakukan. Promosi sektor pariwisata ramah muslim harus terus digencarkan.

"Sektor ini tumbuh pesat setiap tahun dengan lebih dari 165 juta Muslim di seluruh dunia diperkirakan akan melakukan pemesan perjalanan dan mengunjungi negara pilihan mereka tahun depan," ujarnya.

Mohamaddin mengatakan negara-negara yang bukan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) seperti Inggris, Korea Selatan dan Jepang, sekarang bersemangat mengembangkan layanan dan fasilitas mereka untuk menjadi lebih ramah Muslim. Termasuk di dalamnya menyediakan restoran halal untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim.

Dia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan layanan dan produk untuk memperkuat upaya menyediakan pariwisata ramah Muslim. Kementerian Pariwisata dan pelaku usaha akan terus menyoroti sektor pariwisata halal dan ramah Muslim sebagai salah satu inti dari rencana strategis Visit Malaysia Year 2020.  

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA