Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Penderita Diabetes Disarankan Diet Sesuai Jam Biologis

Ahad 08 Dec 2019 11:56 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Makanan untuk penderita diabetes tipe dua (ilustrasi). Penelitian sebut makan besar tiga kali sehari sesuai jam biologis baik untuk diabetes

Makanan untuk penderita diabetes tipe dua (ilustrasi). Penelitian sebut makan besar tiga kali sehari sesuai jam biologis baik untuk diabetes

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penelitian sebut makan besar tiga kali sehari sesuai jam biologis baik untuk diabetes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Biasanya, dokter menyarankan penderita diabetes tipe 2 untuk makan sekitar enam kali sehari. Tetapi pendekatan ini dapat menyebabkan siklus buruk dimana individu membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Diabetes tipe 2 adalah salah satu kondisi metabolisme yang paling umum. Di seluruh dunia,diperkirakan lebih dari 400 juta orang hidup dengan itu.

Biasanya, dokter meresepkan obat yang akan membantu penderita diabetes menjaga kadar gula darah mereka di bawah kontrol, serta memberi saran kepada mereka tentang bagaimana mengubah kebiasaan diet mereka untuk membantu perawatan.

Banyak penyedia layanan kesehatan percaya bahwa pendekatan terbaik bagi penderita diabetes tipe 2 adalah makan lebih banyak, tapi makanan kecil secara berkala sepanjang hari. Biasanya para ahli merekomendasikan makan enam kali sehari.

Namun, pendekatan ini dapat menimbulkan masalah. Beberapa orang yang mengikuti jenis diet ini membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang menderita diabetes parah yang perlu menyuntikkan diri dengan insulin dosis tinggi untuk mengimbangi resistensi insulin.

Namun, suntikan insulin dosis tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar glukosa (gula darah). Mereka juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan menyebabkan risiko lebih tinggi masalah kardiovaskular.

Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Tel Aviv di Israel telah berhipotesis bahwa makan sesuai dengan "jam tubuh" alami seseorang yang biasanya membutuhkan tiga kali makan besar sehari dapat membantu proses fisiologis untuk menyinkronkan lebih baik dan mengurangi jumlah insulin.

"Diet tradisional untuk penderita diabetes menetapkan enam kali makan kecil sepanjang hari. Tetapi [diet ini] belum efektif untuk pengendalian gula, jadi [orang dengan diabetes] memerlukan pengobatan tambahan dan insulin. Dan suntikan insulin menyebabkan kenaikan berat badan, yang selanjutnya meningkatkan kadar gula darah," kata Prof Daniela Jakubowicz dilansir dari Medical News Today pada Ahad, (8/12).

Jakubowicz dan timnya dari Universitas Tel Aviv telah melakukan penelitian. Hasilnya mengkonfirmasi bahwa pendekatan makan besar tiga kali sehari bisa lebih bermanfaat bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2.

"Ini menghasilkan keseimbangan glukosa dan peningkatan kontrol glikemik di antara [orang dengan diabetes tipe 2]," ujar Jakubowicz.

"Kami percaya bahwa melalui pola makan ini, akan mungkin bagi [orang dengan diabetes] untuk secara signifikan mengurangi atau bahkan menghentikan injeksi insulin, dan sebagian besar obat antidiabetes, untuk mencapai kontrol yang sangat baik terhadap kadar glukosa," lanjut Jakubowicz.

Diketahui, penelitian Jakubowicz dirangkum dalam makalah studi yaitu jurnal Diabetes Care. Tim peneliti dan Jakubowicz mencatat bahwa mereka mendasarkan temuan pada percobaan yang melibatkan 28 peserta dengan diabetes tipe 2. Para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok dan secara acak menugaskan mereka untuk mengikuti diet makan enam kali sehari atau diet tiga kali sehari.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA