Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Ini Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin A

Ahad 08 Des 2019 10:55 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Vitamin untuk anak/ilustrasi. Terlalu banyak konsumsi vitamin A sering terjadi pada bayi dan anak-anak

Vitamin untuk anak/ilustrasi. Terlalu banyak konsumsi vitamin A sering terjadi pada bayi dan anak-anak

Foto: npr.org
Terlalu banyak konsumsi vitamin A sering terjadi pada bayi dan anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vitamin A sangat penting bagi tubuh untuk fungsi penglihatan, kulit yang sehat, kekebalan, pertumbuhan sel, dan pengembangan sel. Institusi kesehatan nasional Amerika menyarankan konsumsi vitamin A masing-masing adalah 900 mcg untuk pria dan 700 mcg untuk wanita.

Dilansir dari IBTimes, Ahad (8/12), ketika konsumsi vitamin A seseorang melebihi nilai anjuran maka dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang disebut hipervitaminosis A atau toksisitas vitamin A. Ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Hypervitaminosis A dapat diklasifikasikan sebagai penyakit akut atau kronis. Sementara yang pertama terjadi karena konsumsi lebih dari 300.000 IU vitamin A secara tidak disengaja, yang terakhir terjadi karena konsumsi lebih dari 100.000 IU setiap hari.

Toksisitas vitamin A, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan hati, osteoporosis, kerusakan ginjal atau akumulasi kalsium yang berlebihan dalam tubuh.

Dokter mendiagnosis kondisinya dengan mengamati gejala setelah memesan tes darah yang memeriksa kadar vitamin A dalam tubuh seseorang. Manifestasi toksisitas vitamin A tergantung pada ukuran dan kecepatan asupan berlebih. Kelebihan vitamin A terakumulasi di hati yang menyebabkan beragam gejala diantaranya sakit kepala, kantuk, sakit perut.

Di antara bayi dan anak-anak, gejalanya meliputi pelunakan tulang tengkorak, penglihatan ganda, ketidakmampuan untuk menambah berat badan, bola mata melotot dan penonjolan bagian atas tengkorak. Dan di antara wanita hamil, itu dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi mereka.

“Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi terutama dari sumber makanan. Makanan dalam bentuk padat nutrisi mengandung vitamin dan mineral penting.Dalam beberapa kasus, makanan yang diperkaya dan suplemen makanan mungkin berguna dalam menyediakan satu atau lebih nutrisi yang dapat dikonsumsi dalam jumlah yang kurang dari yang direkomendasikan,” tulis Dietary Guidelines 2015-2020 Guidelines for Americans.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA