Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Puasa Dapat Cegah Obesistas dan Tekanan Darah Tinggi

Sabtu 07 Dec 2019 22:37 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Berpuasa. Membatasi waktu makan dapat mengurangi risiko obesitas dan tekanan darah tinggi.

Ilustrasi Berpuasa. Membatasi waktu makan dapat mengurangi risiko obesitas dan tekanan darah tinggi.

Foto: Republika/Mardiah
Mengurangi waktu makan juga memiliki beberapa manfaat yang tidak disengaja.

REPUBLIKA.CO.ID, Orang dengan obesitas, gula darah tinggi, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi sering disarankan untuk makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa sekarang ada alat sederhana lain untuk melawan penyakit ini, yakni membatasi waktu makan menjadi dalam rentang waktu 10 jam, atau berpuasa.

Studi yang dilakukan pada tikus dan lalat buah menunjukkan bahwa membatasi hewan makan dalam kisaran waktu 10 jam dapat mencegah, atau bahkan membalikkan, penyakit metabolisme yang mempengaruhi jutaan orang di AS.

Ahli biologi sel dan ahli jantung sedang menjajaki efek waktu pemberian nutrisi pada kesehatan. Hasil dari lalat dan tikus memimpin peneliti dan orang lain untuk menguji ide membatasi waktu makans pada orang sehat.

Dilansir di Medical Express, Sabtu (7/12), peneliti menguji waktu makan terbatas pada para pasien dengan kondisi yang dikenal secara kolektif sebagai sindrom metabolik. Hasil yang dipublikasikan dalam Metabolisme Sel menemukan sebagian besar dari mereka kehilangan sedikit berat badan, terutama lemak dari daerah perut mereka.

Mereka yang memiliki kadar glukosa darah tinggi ketika puasa juga mengurangi kadar gula darah ini.  Demikian pula, sebagian besar pasien mengurangi tekanan darah dan kolesterol LDL mereka. Semua manfaat ini terjadi tanpa perubahan aktivitas fisik.

Mengurangi waktu makan juga memiliki beberapa manfaat yang tidak disengaja.  Rata-rata, pasien mengurangi asupan kalori hariannya 8 persen. Namun, analisis statistik tidak menemukan hubungan yang kuat antara pengurangan kalori dan peningkatan kesehatan.

Hampir dua pertiga pasien juga melaporkan tidur nyenyak di malam hari dan kurang lapar pada waktu tidur. Sementara membatasi semua makan hanya dalam waktu enam jam bagi para peserta adalah sulit dan menyebabkan beberapa efek samping, pasien melaporkan mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan makan dalam rentang 10 jam.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA