Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

HPV di Balik Meningkatnya Kanker Anus

Sabtu 07 Dec 2019 08:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Artis Yuki Kato mendapatkan vaksin HPV. Vaksin yang dapat melindungi dari risiko kanker serviks ini juga bisa membantu menekan peningkatan insiden kanker anus.

Artis Yuki Kato mendapatkan vaksin HPV. Vaksin yang dapat melindungi dari risiko kanker serviks ini juga bisa membantu menekan peningkatan insiden kanker anus.

Foto: KICKS/Golin
HPV dinilai turut berperan dalam peningkatan insiden kanker anus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus kanker anus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam 15 tahun terakhir di Amerika Serikat. Kanker anus bahkan diklaim sebagai jenis kanker dengan laju peningkatan paling cepat.

Human papilloma virus (HPV) dinilai turut berperan dalam peningkatan insiden kanker anus ini. Apalagi, sebagian besar kanker anus memang disebabkan oleh HPV.

"Sekitar 90 persen kanker anus disebabkan oleh HPV," ungkap Direktur Inflammatory Bowel Disease Program di Lenox Hill Hospital Dr Arun Swaminath, seperti dilansir WebMD.

Kanker anus mungkin tak banyak mendapatkan perhatian publik. Padahal, pengidap kanker anus bisa memiliki harapan hidup lima tahun hingga 70 persen bila ditemukan dan diterapi sejak dini.

Swaminath menilai, pemberian vaksin HPV dapat membantu menekan peningkatan kasus kanker anus. Tentu hal ini bisa terjadi bila cakupan vaksin HPV cukup luas di tengah masyarakat.

Terkait peningkatan kasus kanker anus, sebuah studi menemukan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Studi ini melibatkan data dari hampir 69 ribu kasus kanker anus dalam periode 2001 sampai 2016.

Dari studi ini ditemukan bahwa angka kejadian dan kematian kanker anus secara umum meningkat hampir tiga persen per tahun. Ini membuat kanker anus menjadi kanker yang mengalami laju peningkatan paling pesat.

Lebih khusus, studi juga mengungkapkan bahwa angka pasien yang terdiagnosis kanker anus di stadium akhir mengalami peningkatan sebesar tujuh persen per tahun. Hal ini sangat disayangkan mengingat harapan hidup yang dimiliki akan sangat rendah bila kanker sudah menyebar.

"Yang mengejutkan kami adalah angka dan insiden kanker anus meningkat sangat cepat," ungkap ketua tim peneliti dari UTHealth School of Public Health Ashish Deshmukh.

Senada dengan Swaminath, Deshmukh juga menyarankan penggunaan vaksin HPV untuk pencegahan infeksi virus tersebut. Idealnya, dua dosis vaksin HPV diberikan kepada anak laki-laki atau perempuan sebelum mencapai usia 15 tahun atau tiga dosis vaksin HPV bila diberikan pada usia 16 tahun ke atas.

Deshmukh menyebutkan bahwa vaksin HPV bukan sekedar vaksin biasa untuk mencegah penyakit menular seksual. Deshmukh mengatakan vaksin HPV lebih pantas disebut sebagai vaksin untuk mencegah kanker, antara lain kanker serviks dan kanker anus.

Selain pemberian vaksin HPV, skrining juga diperlukan untuk menemukan kanker anus sedini mungkin. Skrining sangat disarankan, khususnya untuk kelompok-kelompok yang lebih berisiko terhadap kanker anus.

Kelompok yang paling berisiko terhadap kanker anus adalah laki-laki dengan orientasi seksual menyukai sesama jenis. Namun, kelompok lain seperti perokok, orang-orang obesitas serta perempuan yang terinfeksi HPV juga berisiko terhadap kanker anus. Kelompok-kelompok berisiko ini disarankan untuk melakukan skrining secara rutin.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA