Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Pentingnya Waktu Sendiri untuk Kesehatan Mental

Jumat 06 Dec 2019 23:32 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Pentingnya Waktu Sendiri untuk Kesehatan Mental (Ilustrasi)

Pentingnya Waktu Sendiri untuk Kesehatan Mental (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Ada waktu di mana menyendiri itu diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapan terakhir kali Anda sengaja memilih untuk menghabiskan waktu sendirian, serta melakukan sesuatu yang disukai? Jika sudah lama, berarti Anda perlu mempertimbangkan untuk kembali melakukan itu.

Ada waktu di mana menyendiri itu diperlukan. Ini akan membantu Anda merasa tetap tenang dan lebih baik dalam mengendalikan emosi yang kerap naik dan turun dalam menjalani kehidupan.

Terdapat banyak bukti bahwa menghabiskan waktu sendiri memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Dilansir Inc, Jumat (6/12), kebanyakan orang tampaknya menemukan kesendirian yang diperlukan untuk mendapatkan relaksasi nyata.

Seperti dalam Rest Tes yang diadakan oleh BBC, para peserta memilih daftar kegiatan yang panjang untuk mengidentifkasi kegiatan yang menurut mereka paling tenang. Sekitar 18 ribu orang di 134 negara mengikuti tes dan hasilnya membaca, suatu kegiatan yang biasa dilakukan sendiri menempati pilihan nomor satu.

Selanjutnya, menghabiskan waktu di alam terbuka menjadi pilihan nomor dua dan menghabiskan waktu sendiri berada di urutan ketiga. Bagaimana dengan menghabiskan waktu bersama teman keluarga? Tenryata itu ada di urutan ke 12 dalam daftar.

Karenanya, Anda mungkin perlu waktu untuk sendirian agar benar-benar bisa beristirahat. Namun, apa yang lebuh penting adalah menurut penelitian, menghabiskan waktu sendiri adalah salah satu cara paling efektif untuk memoderasi naik turunnya emosi Anda.

Jika merasa kewalahan oleh perasaan marah, sedih, frustrasi, atau bingung, menghabiskan waktu sendirian adalah alat yang ampuh untuk membantu Anda tenang dan mulai merasa seperti diri sendiri. Dalam serangkaian percobaan, para peneliti di University of Rochester meminta ratusan mahasiswa menghabiskan waktu 15 menit sendirian atau dengan orang lain, menanyakan dan menjawab serangkaian pertanyaan yang terbukti tidak memengaruhi suasana hati.

Setelah sesi itu, para  peserta mengisi survei singkat yang mengidentifikasi keadaan emosi mereka saat ini. Hasilnya, banyak yang merasa perasaan sangat negatif hilang selama 15 menit sendiri. Bahkan, dalam percobaan, subjek diminta menghabiskan durasi waktu itu sendiri dan menjauhi ponsel pintar mereka.

Hasilnya, perasaan menjadi lebih tenang, Ini juga menunjukkan bahwa ketika Anda merasa marah, khawatir, atau takut, itu ide yang bagus untuk mengambil sedikit waktu sendiri untuk memproses emosi tersebut.

Hal ini sangat penting sebelum Anda bertindak berdasarkan perasaan, seperti mengatakan atau melakukan sesuatu kepada rekan kerja, teman, pasangan, atau siappaun yang akhirnya bisa disesali.

Memang tidak banyak orang yang terbiasa melakukan sesuatu sendiri atau sekadar menghabiskan waktu sendiri. Namun, ada beberapa hal yang bisa dicoba, diantaranya mulai dengan jangan lakukan sesuatu yang Anda tahu tak akan bisa dinikmati.

Lakukan sesuatu yang Anda pikir tentu akan menyenangkan, apapun itu. Seperti meluangkan waktu sendiri menonton film, pergi ke kafe atau restoran favorit, sambil membaca buku yang menarik, atau menulis jurnal.

Menulis dalam jurnal adalah salah satu cara terbaik untuk mengendalikan emosi. Berjalan-jalan, terutama jika Anda dapat melakukannya dalam suasana alami, adalah cara lain yang mungkin dapat dinikmati sendirian dan telah terbukti bermanfaar bagi kesehatan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA