Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Wajah Anda Pernah Kejatuhan Ponsel?

Jumat 06 Des 2019 10:48 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Bermain ponsel. Memar hingga patah tulang wajah berisiko dialami pengguna yang tak sengaja menjatuhkan ponselnya ke wajah.

Bermain ponsel. Memar hingga patah tulang wajah berisiko dialami pengguna yang tak sengaja menjatuhkan ponselnya ke wajah.

Foto: Telegraph
Memar hingga patah tulang wajah berisiko dialami pengguna ponsel.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW JERSEY — Belakangan, makin banyak orang yang mengalami cedera akibat penggunaan ponsel secara ceroboh. Mereka pun mengalami luka di wajah,  memar, atau bahkan patah tulang wajah akibat kejatuhan ponsel.

Baca Juga

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal JAMA Otolaryngology pada Kamis (6/12) mengungkap adanya peningkatan kunjungan ke ruang gawat darurat rumah sakit di Amerika Serikat (AS) pada orang yang cedera wajah terkait penggunaan ponsel. Seorang ahli bedah plastik wajah bernama dr Boris Paskhover mencermati fenomena tersebut.

Paskhover mendapati, salah satu pasiennya mengalami patah tulang hidung setelah menjatuhkan ponsel ke bagian wajahnya. Ia pun menjadi penasaran untuk meneliti kasus-kasus lain terkait penggunaan ponsel.

Paskhover dan peneliti lainnya lantas menganalisis data di ruang gawat darurat dalam periode 20 tahun terakhir. Mereka menemukan bahwa ada peningkatan cedera ponsel berlangsung setelah 2006, tepat saat ponsel pintar pertama kali diperkenalkan di dunia.

Beberapa cedera terjadi akibat oleh ponsel, termasuk orang yang mengalaminya karena terkena ponsel yang dilempar. Selama ini, mengemudi sambil mengoperasikan ponsel menjadi penyebab kecelakaan yang paling disorot.

Kenyataannya, ada banyak penyebab lainnya, misalnya menggunakan ponsel yang tidak sesuai dengan tempat. Orang yang memakai ponsel sambil berjalan kemudian tersandung dan mendarat di wajahnya.

Sebagian besar pasien dalam penelitian ini tidak dirawat di rumah sakit. Namun, para peneliti mengatakan masalah ini harus diatasi dengan serius.

Para peneliti menghitung 2.500 pasien dengan cedera kepala dan leher terkait ponsel dari 1998 hingga 2017. Di seluruh AS, diperkirakan ada sekitar 76 ribu orang yang terluka dan jumlah kasus tahunan mencapai kurang dari 2.000 hingga 2006, namun angkanya meningkat tajam setelah tahun itu.

Sekitar 40 persen dari pasien diektahui berusia antara 13 hingga 29 tahun. Banyak yang mengalami cedera saat sedang berjalan kaki, melakukan kegiatan di ponsel, seperti mengirim pesan singkat (SMS), serta mengemudi.

Penggunaan ponsel juga telah dikaitkan dengan cedera regangan berulang di bagian tangan dan leher. Cedera pada bagian lain dari tubuh juga dapat terjadi disebabkan penggunaan ponsel yang sembarangan atau tidak sesuai dengan tempatnya.

“Saya menyukai ponsel pintar saya. Tapi untuk menghindari cedera dibutuhkan akal sehat. Tidak ada orang yang akan berjalan sambil membaca majalah, berhati-hatilah,” jelas Paskhover.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA