Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Bahaya Mewarnai dan Meluruskan Rambut

Kamis 05 Dec 2019 22:51 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Mewarnai dan meluruskan rambut disebut bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Mewarnai dan meluruskan rambut disebut bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Foto: annemariegianni
Mewarnai dan meluruskan rambut disebut bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini pertanyaan mengenai apakah bahan kimia yang digunakan untuk mewarnai atau meluruskan rambut dapat menyebabkan kanker seringkali muncul. Namun, jawaban yang ada selalu tidak konsisten dan konklusif.

Meski demikian, dilansir Today, Kamis (5/12), sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa perempuan yang sering menggunakan pewarna rambut permanen, serta alat pelurusan rambut memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Hasil penelitian memperlihatkan perempuan kulit hitam memiliki resiko kanker payudara karena produk pewarna rambut 45 persen lebih tinggi. Sementara, perempuan kulit putih menghadapi tujuh persen resiko lebih tinggi.

Dalam penggunaan alat pelurusan, stiap perempuan menghadapi resiko kanker payudara 18 persen lebih tinggi. Studi menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk penataan rambut ini berperan dalam karsinogenesis payudara.

Meski demikian, perempuan tidak perlu merasa terlalu khawatir dengan temuan dalam studi ini. Hal itu karena bagaimanapun, resiko dalam penggunaan produk-produk penataan rambut tersebut masih termasuk dalam skala kecil dan banyak faktor lebih besar lainnya yang mempengaruhi resiko seorang perempuan terkena kanker payudara.

“Perempuan harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik dan makanan yang mereka makan. Ini adalah seluruh faktor yang harus dipertimbangkan untuk kesehatan jangka panjang,” ujar pemimpin penulis studi, Alexandra White, seorang penelliti di bidang Epidemiologi dari National Institute of Environmental Health Sciences.

Sejumlah ilmuwan juga mengingatkan Kaum Hawa untuk mengingat bahwa korelasi tidak berarti sebagai sebab akibat. Para perempuan yang telah menggunakan produk-produk penataan rambut seperti yang disebutkan tidak perlu khawatir dengan resiko itu.

Baca Juga

 

photo
Mewarnai rambut (Ilustrasi)



Penelitian yang diterbitkan dalam nternational Journal of Cancer, didasarkan pada data dari 46.709 wanita yang terdaftar dalam Sister Study, atau nama yang digunakan mengacu pada fakta bahwa mereka seluruhnya memiliki saudara perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara tetapi bebas dari kanker. Pada awal studi, semua peserta mengisi kuesioner tentang produk rambut yang digunakan dalam satu tahun terakhir.

Lebih dari setengah perempuan, yaitu 55 persen menggunakan pewarna permanen. Sementara, 75 persen perempuan kulit hitam mengatakan sering menggunakan produk pelurusan rambut kimia. Peneliti memantau para peserta selama delapan tahun dan sepanjang waktu ini, ditemukan 2.794 kasus kanker payudara.

Secara keseluruhan, mereka melihat risiko kanker payudara 9 persen lebih tinggi di antara para perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen dibandingkan dengan mereka yang melewatkan produk tersebut. Pewarna rambut permanen biasanya dijual di toko obat dan digunakan di salon. Sementara, ada sedikit atau bahkan tidak ada resiko yang terkait untuk penggunaan jenis pewarna semi permanen atau sementara. Pewarna semi permanen adalah jenis yang memudar.

Produk penataan rambut mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia, termasuk yang dapat merusak DNA atau menganggu sistem endokrin tubuh. Zat kimia tersebut dapat masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh, termasuk jaringan payudara.

Penelitian telah menemukan produk yang dirancang untuk perempuan kulit hitam mungkin mengandung konsentrasi estrogen yang lebih tinggi dan lebih banyak bahan kimia pengganggu endokrin. Beberapa  jenis pelurus rambut juga mengandung formaldehyde, karsinogen yang dikenal.

Seluruhnya merupakan faktor dalam peningkatan resiko pada perempuan kulit hitam. Meski demikian, para penulis penelitian tidak  memiliki informasi tentang pewarna dan pelurus yang tepat digunakan oleh para perempuan yang menjadi peserta dalam studi.

Sangat sulit untuk mencari tahu apa yang ada dalam pewarna rambut atau pelurus karena bahan-bahan tersebut tidak selalu dilaporkan dalam keterangan produk. Terlebih, dalam kasus bahan kimia tertentu, para peneliti belum benar-benar mengindentifikasi formula yang berubah dan sangat sulit untuk menjabarkannya.

American Cancer Society mengingatkan para perempuan dan semua orang yang ingin menggunakan pewarna rambut untuk memperhatikan beberapa hal. Pertama selalu gunakan sarung tangan saat mengoleskan produk, kemudian jangan didiamkan dalam waktu yang lebih lama daripada petunjuk.

Lalu, bilas kulit kepala Anda hingga bersih dengan air setelah digunakan. Pastikan untuk jangan pernah mencampur produk pewarna rambut yang berbeda karena ini dapat melukai rambut dan kulit kepala Anda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA